
Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu di atas kertas, melainkan kenyataan yang mengetuk pintu rumah kita. Fenomena cuaca ekstrem, suhu udara yang kian menyengat, hingga pola hujan yang tak menentu menjadi alarm bagi penduduk bumi. Menanggapi situasi ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan kampanye “Aku Net-Zero Hero” pada Rabu (22/04) di Main Hall BEI, Jakarta.
Kampanye ini hadir bukan tanpa alasan. BEI ingin menegaskan bahwa transisi menuju ekonomi rendah karbon adalah kerja kolektif. Keberhasilannya bergantung pada sinergi antara pemerintah, korporasi, hingga unit terkecil dalam masyarakat: individu.
Kampanye “Aku Net-Zero Hero” dirancang untuk membantu masyarakat memahami, mengukur, dan mengurangi jejak karbon dari aktivitas sehari-hari, sekaligus menyediakan opsi offset emisi melalui IDXCarbon. Melalui pendekatan yang sederhana dan terukur, masyarakat dapat menghitung emisi karbon dengan kalkulator karbon, menetapkan target pengurangan emisi pribadi, hingga melakukan offset melalui pembelian unit karbon.
Berdasarkan data BEI, partisipasi individu dalam aktivitas offset emisi menunjukkan tren positif. Dari lebih dari 2.000 partisipan, mayoritas berasal dari kalangan individu atau ritel. Hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, meskipun dukungan ekosistem yang memudahkan partisipasi tetap perlu terus diperkuat.
Salah satu mitos yang ingin dipatahkan melalui kampanye ini adalah anggapan bahwa menjaga lingkungan itu mahal dan rumit. Secara rata-rata, jejak karbon individu di Indonesia berkisar antara 2 hingga 3 ton CO2 ekuivalen per tahun.
Dengan harga unit karbon saat ini, masyarakat hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp120.000 hingga Rp180.000 per tahun untuk melakukan offset emisi secara penuh. Angka ini bahkan bisa lebih rendah jika individu berhasil mengurangi konsumsi energinya terlebih dahulu.
Risa E. Rustam, Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum BEI, menegaskan pentingnya keterlibatan publik dalam agenda besar ini.
“Melalui Aku Net-Zero Hero, BEI ingin membuka ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung terhadap pengurangan emisi, karena transisi menuju net zero tidak hanya tanggung jawab korporasi, tetapi gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat,” ujar Risa.
Untuk memperluas jangkauan, BEI menggandeng raksasa perbankan Bank Mandiri melalui platform Livin’ Planet serta perusahaan climate-tech Jejakin sebagai kolaborator utama. Sinergi ini memastikan ekosistem gaya hidup rendah karbon—mulai dari edukasi hingga kemudahan transaksi—dapat diakses dengan ujung jari.
Selain peluncuran kampanye, acara ini juga diisi dengan seminar literasi yang membahas perspektif teknologi dan perubahan perilaku berkelanjutan. BEI meyakini bahwa regulasi dan inovasi teknologi saja tidak cukup tanpa adanya perubahan pola konsumsi energi dan mobilitas masyarakat.
Ke depan, BEI melalui IDXCarbon berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mendukung ekonomi hijau. Kampanye “Aku Net-Zero Hero” diharapkan menjadi pemantik bagi lebih banyak individu untuk sadar bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama yang bisa dimulai dari langkah kecil hari ini. (JM02)














