BKKBN dan DKT Indonesia Gencarkan Gerakan KB Mandiri di Masa Pandemi

0
15
BKKBN dan DKT Indonesia Gencarkan Gerakan KB Mandiri di Masa Pandemi
BKKBN dan DKT Indonesia Gencarkan Gerakan KB Mandiri di Masa Pandemi

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Pandemi diperkirakan memicu peningkatan terhadap kehamilan tidak direncanakan setidaknya lebih dari 400 ribu kelahiran, angka tersebut mengancam keberhasilan program KB di Indonesia termasuk beberapa tujuan kesehatan Indonesia yang berfokus kepada pencegahan stunting dan juga keberhasilan bonus demografi.

Untuk mengantisipasi melonjaknya angka kehamilan tidak direncanakan, BKKBN bersama DKT Indonesia berkolaborasi mengusung iklan layanan masyarakat “Gerakan KB Mandiri di Masa Pandemi” lewat kegiatan komunikasi di media massa, khususnya Televisi Nasional.

Kepala BKKBN Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) ditemui dalam webinar bertema pencegahan stunting melalui kontrasepsi beberapa waktu lalu menjelaskan, masih banyak pasangan usia subur yang tidak ingin hamil namun belum menggunakan alat kontrasepsi, khususnya bagi yang baru saja melahirkan.

Di Indonesia sendiri, lanjutnya, ada sekitar 4,7 hingga 5 juta kelahiran setiap tahunnya, atau setiap 500 ribu perempuan ada 5 ribu perempuan di Indonesia yang hamil dan melahirkan setiap tahunnya. Untuk itu, penting untuk menggunakan kontrasepsi guna menjaga jarak dan membatasi kehamilan.

“Selain itu jarak kehamilan juga sangat berpengaruh terhadap kejadian stunting, jarak birth to birth interval lebih dari 3 tahun terbukti lebih banyak mengurangi kejadian stunting dibandingkan dengan jarak kelahiran kurang dari 2 tahun yang hampir dua kali lipat meningkat kejadian stuntingnya, sehingga kontrasepsi menjadi pilihan untuk menjaga jarak antar kehamilan setidaknya lebih dari 36 bulan,” ujar Hasto.

Di sisi lain, President Director DKT Indonesia, Juan Enrique Garcia menambahkan, saat ini masih banyak masyarakat yang enggan menggunakan kontrasepsi karena berbagai mitos yang beredar di masyarakat seperti berat badan naik, jerawatan, dan haid tidak teratur, yang belum tentu kebenarannya.

Selain itu, tambahnya, Covid-19 juga semakin menurunkan partisipasi masyarakat untuk menggunakan kontrasepsi modern dikarenakan banyak masyarakat yang takut pergi ke klinik.

“Untuk itu, selain mendorong masyarakat untuk ber-KB dengan mendatangi klinik dokter maupun bidan secara langsung, kami juga ingin mendorong masyarakat untuk melakukan KB mandiri, salah satunya dengan penggunaan kondom ataupun Pil KB yang bisa didapatkan secara mandiri,” terangnya.

Ada 6 alternatif metode kontrasepsi yang bisa digunakan oleh masyarakat selama pandemi ini, yaitu:

  • Kondom;
  • Pil KB;
  • KB Suntik;
  • IUD;
  • Implan;
  • Sterilisasi

“Terlepas dari pandemi Covid-19, program KB di Indonesia sendiri sudah memiliki beberapa tantangan diantaranya masih tingginya angka kematian Ibu dan Bayi, menurunnya partisipasi masyarakat terhadap penggunaan kontrasepsi modern, masih tingginya angka kehamilan remaja umur 15-19 tahun, serta masih tingginya kehamilan yang tidak direncanakan dan tingginya tingkat putus pakai kontrasepsi.

Disisi lain, President Director DKT Indonesia mengatakan, Iklan Layanan Masyarakat “Gerakan KB Mandiri di Masa Pandemi” bersama BKKBN ini diharapkan dapat menggugah masyarakat Indonesia kembali akan pentingnya penggunaan kontrasepsi, khususnya di masa pandemic.

“Dengan adanya iklan layanan masyarakat ini, kami berharap semakin banyak yang mau menggunakan kontrasepsi untuk menjaga jarak dan merencanakan kehamilan,” pungkas Hasto Wardoyo. (JM01)