
Melalui kegiatan intrakurikuler yang dikemas dalam Program Pengembangan Pribadi Muslim inilah murid-murid SDIA 1 Al Azhar diasah pemahamannya dalam konsep dan kompetensi. Program yang kemudian menarik banyak sekolah lain. “Ya banyak sekolah lain yang datang kesini, untuk melakukan study tiru pada kurikulum kami, khususnya Pengembangan Pribadi Muslim,” kata Noor Imanah.
BACA JUGA : SCM Resmi Siarkan FIFA U-20 World Cup Indonesia 2023
Selain drama Pitung Takut Sunat, dihadirkan pula tahfiz Quran, pentas seni, dan presentasi tentang makanan dan budaya Betawi. “Sebentar lagi Lebaran, kita undang pembuat dodol Betawi, pembuat kerak telor, dan pembuat kue cubit khas Betawi,” ujar Noor Imanah.
Siswa pun bisa melihat dari dekat proses pembuatan menu tradisional tersebut dan bercakap-cakap dengan para pembuatnya. Salah seorang diantaranya adalah pembuat dodol Betawi dari Jagakarsa.
Di sela acara, Mpok Nur mengutarakan pengalamannya mengamati kegiatan di sekolah-sekolah internasional di Jakarta. Anak-anak ekspatriat justru antusias mencermati budaya-budaya Indonesia. “Inilah arti pentingnya kegiatan di sekolah mengangkat kecintaan budaya Indonesia. Jangan sampai suatu ketika nanti budaya kita justru diklaim oleh asing,” pungkas Mpok Nur.
BACA JUGA : Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat Jatim Tertinggi di Indonesia
SD Islam 1 Al Azhar merupakan sekolah swasta yang bernaung di bawah Yayasan Pesantren Islam Al Azhar. Berlokasi di Jl. Sisingamangaraja No.1, Kebayoran Baru, SDIA 1 Al Azhar Kebayoran Baru merupakan pusat dari jejaring sekolah Al Azhar di seluruh Indonesia. (JM01)














