
Di sisi lain lahan yang dibeli Iwan Sunito dengan Rp150 miliar pada tahun 2002 kini bernilai Rp1 triliun, dengan potensi pengembangan lebih dari Rp10 triliun. Iwan menekankan bahwa ini bukanlah spekulasi melainkan strategi, riset mendalam, kesabaran, dan kemampuan membaca arah pengembangan tata kota.
Lebih lanjut, Iwan mengatakan, pihaknya berencana mengembangkan proyek mixed-use mid-rise di Five Dock, kawasan suburban Sydney. Dirancang menjadi ikon baru, proyek ini terletak sangat strategis, yakni hanya 20 menit dari central business district (CBD) menggunakan proyek Sydney Metro West yang saat ini tengah dibangun.
Keberhasilan di Five Dock menjadi titik balik bagi Iwan Sunito, yang sebelumnya dikenal sebagai pendiri Crown Group. Dari pengalaman ini, lahirlah One Global Capital, sebuah platform yang bertujuan mengubah aset tersembunyi menjadi investasi unggulan dengan struktur modal kecil, utang rendah, dan visi jangka panjang.
Dalam 12 bulan terakhir, One Global Capital telah mengakuisisi dan mengoperasikan beberapa proyek besar, antara lain One Global Resorts (Rp1 triliun), Grand Eastlakes (Rp280 miliar), dan Macquarie Park Hotel (Rp750 miliar).
One Global Capital memiliki visi untuk memperluas kemitraan dari segelintir investor menjadi 1.000 mitra eksklusif dari berbagai wilayah geografis dan kelas aset. “Banyak mitra baru kami berasal dari AS dan Tiongkok, yang tertarik bergabung lantaran stabilitas properti Australia dan pendekatan investasi butik kami yang personal,” jelas Iwan.
Lebih lanjut, Iwan menerangkan model investasi One Global Capital adalah hybrid, yang memungkinkan mitra pasif menikmati hasil stabil, sementara mitra aktif ikut membentuk proyek sejak tahap awal.
Jaringan sindikasi ini sedang dibangun untuk proyek-proyek di Sydney, Jakarta, Los Angeles, dan Singapura, dengan setiap proyek membawa DNA kesuksesan Five Dock yakni akuisisi berbasis keyakinan, utang rendah, arus kas nyata, dan kenaikan nilai jangka panjang. “Kami hanya butuh 1.000 orang yang berpikir seperti kami—yang ingin membangun kota, bukan sekadar portofolio,” pungkasnya. (JM02)














