Five Dock: Kejelian Strategi Iwan Sunito di Investasi Properti

0
18
Five Dock: Kejelian Strategi Iwan Sunito di Investasi Properti
Five Dock: Kejelian Strategi Iwan Sunito di Investasi Properti

Jakarta, JATIMMEDIA.COM  – Tak dapat dibantah, properti merupakan salah satu investasi paling menguntungan. Lantaran ketersediaan lahan terbatas dan inflasi namun permintaan terus bertambah dengan perkembangan infrastruktur kawasan.

Hal ini yang di cermati Iwan Sunito, Founder & CEO One Global Capital, sebuah perusahaan investasi dan pengembang properti yang berbasis di Sydney, Australia. Dia berhasil membuktikan bahwa investasi properti dapat menghasilkan keuntungan fantastis. Dengan modal awal “hanya” Rp150 miliar, ia mampu menciptakan nilai properti senilai Rp1 triliun di Five Dock, kawasan suburban Sydney.

Kisah sukses ini bermula pada tahun 2002 ketika Iwan Sunito mengakuisisi lahan di 155 William Street, Five Dock, yang saat itu hanya berupa showroom mobil bekas. Kala itu, banyak pengembang mengabaikan kawasan tersebut. Namun, pria yang besar di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah ini melihat peluang jangka panjang, bukan hanya mengembangkan sebidang tanah, melainkan membangun masa depan kota.

“Tanpa peliputan dari media, tanpa pesta peresmian, hanya dering telepon, proposal sederhana, dan tentu saja optimisme,” kenang Iwan Sunito, Selasa (01/07).

Setelah berhasil mengakuisisi lahan tersebut, Iwan beserta kolega kemudian menyewakannya sebagai showroom mobil. “Selama lebih dari satu dekade, harga sewa dipatok hanya AUD1 juta per tahun. Sekadar cukup untuk membayar bunga dan biaya operasional—hingga waktunya dikembangkan,” tuturnya.

Momentum tersebut tiba pada tahun 2019, ketika Pemerintah New South Wales (NSW) meluncurkan Parramatta Road Transformation Strategy. Strategi ini mengubah aturan zonasi dan menetapkan Five Dock sebagai pusat pertumbuhan baru dengan stasiun metro modern yang akan menghubungkan Parramatta dan Sydney CBD.

Menurut Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese,yang juga merupakan warga wilayah tersebut, proyek metro dan zonasi baru menciptakan peluang luar biasa untuk perumahan dan komersial di kawasan Five Dock dan sekitarnya, dengan demikian, Five Dock akan menjadi titik strategis dalam konektivitas kota.

See also  Hujan Emas BRIsyariah 2020 Dimulai

Tak hanya Pemerintah, Prof. Nicole Gurran, pakar perencanaan dari University of Sydney mendukung optimisme ini. Menurutnya Five Dock adalah studi kasus ideal bagaimana transportasi publik dan perencanaan terpadu menciptakan pusat kota baru yang inklusif dan bernilai tinggi.

Perubahan zonasi ini membuat Five Dock yang dulu dipandang sebelah mata kini berdiri digaris depan, secara dramatis meningkatkan potensi Gross Floor Area (GFA) lahan Iwan Sunito menjadi 65.000 m² dan membuka peluang pembangunan 750 apartemen.