Home Ekonomi Bisnis Geliat Pasar Modal Jatim: BEI Tawarkan Fleksibilitas ETF bagi Investor Pemula

Geliat Pasar Modal Jatim: BEI Tawarkan Fleksibilitas ETF bagi Investor Pemula

0
13
Geliat Pasar Modal Jatim: BEI Tawarkan Fleksibilitas ETF bagi Investor Pemula, Branch Manager IndoPremier Surabaya, Marco Rijkaard Pereira, Rabu (06/05)
Geliat Pasar Modal Jatim: BEI Tawarkan Fleksibilitas ETF bagi Investor Pemula, Branch Manager IndoPremier Surabaya, Marco Rijkaard Pereira, Rabu (06/05)

Senada dengan hal tersebut, Branch Manager IndoPremier Surabaya, Marco Rijkaard Pereira, memaparkan bahwa ETF memberikan fleksibilitas tinggi karena bisa ditransaksikan kapan saja selama jam perdagangan bursa.

“ETF ini merupakan perpaduan saham dan reksa dana. Investor bisa membeli dan menjualnya seperti saham, mengikuti jam bursa, namun tetap mendapatkan manfaat pengelolaan profesional dan pengawasan dari otoritas,” tutur Marco.

Lebih jauh, Marco merinci bahwa ETF memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan reksa dana konvensional, terutama dari sisi transparansi dan kecepatan pencairan dana. Berbeda dengan reksa dana yang biasanya hanya menampilkan 10 besar aset dalam portofolio, ETF menampilkan seluruh isi asetnya secara terbuka.

Selain itu, skema penyelesaian transaksi ETF mengikuti mekanisme saham (T+2), sehingga dana investor bisa cair jauh lebih cepat dibandingkan reksa dana yang membutuhkan waktu hingga tujuh hari bursa (T+7).

“ETF cocok bagi investor yang ingin diversifikasi seperti reksa dana, tetapi tetap membutuhkan fleksibilitas dan kecepatan transaksi seperti saham,” tambahnya. Dari sisi biaya, ETF kini semakin terjangkau bagi ritel karena minimum pembelian di pasar sekunder hanya sebesar 1 lot, setara dengan transaksi saham biasa.

Secara legalitas, instrumen ini memiliki landasan hukum yang kuat melalui UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal serta berbagai Peraturan OJK (POJK). Hal ini memberikan rasa aman bagi generasi muda dan investor pemula untuk mulai melirik ETF sebagai aset jangka panjang.

Meski menawarkan segudang kemudahan, Marco tetap mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap risiko pasar serta dinamika ekonomi dan politik yang mungkin memengaruhi kinerja portofolio. “Seperti instrumen investasi lainnya, ETF juga memiliki risiko. Karena itu investor tetap perlu memahami profil risiko sebelum berinvestasi,” pungkasnya.

BACA JUGA  3M Gelontorkan Bantuan Pangan US$10.000 untuk Masyarakat Rentan Dampak Terburuk Covid-19

Melalui penguatan edukasi di galeri-galeri investasi, BEI Jawa Timur berharap masyarakat semakin akrab dengan ETF sebagai alat untuk berpartisipasi aktif dalam pasar modal domestik secara aman dan transparan

Dengan dukungan 56 emiten asal Jawa Timur dan 47 kantor anggota bursa yang mayoritas berpusat di Surabaya, provinsi ini diproyeksikan akan terus menjadi pasar potensial bagi perkembangan instrumen investasi modern seperti ETF, sekaligus menjadi motor penggerak inklusi keuangan nasional yang berkualitas. (JM02)