
Sementara itu, Qodie Ibrahim kembali menegaskan bahwa HIG dapat bersaing diketatnya di industry ini karena menawarkan inovasi dan nilai tambah service dengan memperhatikan 5 elemen penting yang khas Indonesia yaitu sight berupa kain tenun indonesia, sound berupa music tardional indonesia, taste berupa makanan khas Indonesia dengan standar internasional, scent berupa ramuan dan aromatic khas Indonesia, dan touch berupa Indonesia hospitality.
Baca juga : Ini 4 Fitur Galaxy A72 Yang Bikin Awesome Sosial Media-mu
Selain itu, lanjutnya, Hotel Indonesia Group memiliki strong market yaitu BUMN khususnya segmen MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition). Selain itu, HIG memiliki 7 pilar strategi khususnya dimana salah satunya yaitu Integrated Tourism & Travel Ecosystem yang tidak dimiliki oleh operaror lain.
“BUMN sendiri memiliki jaringan infrasuktur yang saling terkait dan bisa menjadi nilai jual. Salah satunya adalah Kerjasama dalam hal campaign dan promosi yang saling terintegrasi seperti layanan transportasi dan kawasan wisata yang saling integrasi”. Tambah Qodie Ibrahim
Deddy P Effendi menambahkan disaat kondisi yang tidak menentu disaat pandemic ini HIG tetap mengedepankan kenyamanan dan keamanan para tamu yang menginap dengan memastikan setiap hotel dan karyawan menerapkan standar protokol Kesehatan COVID-19 selama melayani para tamunya.
Baca juga : Perkemahan Sehat Era Pandemi di Jember Bisa Jadi Referensi Kegiatan Pramuka…
“Sejalan dengan hal tersebut seluruh hotel yang tergabung didalam HIG sudah memiliki sertifikasi CHSE dari Kementrian Pariwisata. Dan juga memastikan seluruh karyawan sudah menerima vaksinasinasi,” pungkasnya. (JM01).














