Home Ekonomi Bisnis IHSG Turun 5,02 Persen, BEI Hentikan Sementara Perdagangan

IHSG Turun 5,02 Persen, BEI Hentikan Sementara Perdagangan

0
26
IHSG Turun 5,02 Persen, BEI Hentikan Sementara Perdagangan
IHSG Turun 5,02 Persen, BEI Hentikan Sementara Perdagangan (foto: istimewa)

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghetikan  sementara bursa saham Indonesia, seiring anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5,02 persen ke level 6.146 pada perdagangan Selasa (18/3/2025).

Lonjakan tekanan jual memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan sementara atau trading halt. Bahkan, dari data perdagangan sesi I mencatat 581 saham anjlok, hanya 105 saham yang menguat, sementara 271 stagnan.

Semua sektor terperosok ke zona merah, dengan sektor utilitas mengalami koreksi terdalam dengan penurunan 12,2 persen. Sementara dari saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi pemberat utama IHSG, merosot hingga menggerus 38,24 indeks poin.

Dalam siaran resminya BEI  menginformasikan telah terjadi pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) yang dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5%.

Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

BACA JUGA : Ramadhan dan Idul Fitri 2025, TPID Pov Jatim Perkuat Program Strategis…

Diketahui, kemerosotan IHSG ini sejalan dengan survei terbaru Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB Universitas Indonesia (UI). Dalam Economic Experts Survey yang dirilis sehari sebelumnya, mayoritas ekonom menilai ekonomi Indonesia mengalami kemunduran signifikan dalam tiga bulan terakhir.

Sebanyak 55 persen responden atau 23 dari 42 ekonom menyatakan ekonomi memburuk. 7 di antaranya bahkan menilai kondisi saat ini jauh lebih buruk dibanding kuartal sebelumnya. Sementara itu, hanya satu ekonom yang melihat adanya perbaikan.

Kepercayaan ekonom terhadap kondisi ekonomi saat ini pun terbilang rendah. Rata-rata skor optimisme hanya 7,71 poin, jauh dari kategori positif. Lebih lanjut, 23 ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melambat dalam waktu dekat.

BACA JUGA  Smartfren Tingkatkan Kapasitas Jaringan untuk Dukung PPKM Darurat Jawa-Bali

BACA JUGA : Tingkatkan Peluang Ekspor, Mitra Binaan Bank Jatim Ikuti IFEX 2025

Dampak Sistemik dan Langkah Pemerintah Penurunan tajam IHSG bukan sekadar alarm bagi pasar modal, tetapi juga sinyal peringatan bagi stabilitas ekonomi nasional. Jika tekanan jual terus berlanjut, efek berantai terhadap sektor keuangan dan bisnis tak bisa dihindari. (JM01)