Ini Empat Indikator Keberhasilan Pemilu 2024 di Jatim

0
21
Ini Empat Indikator Keberhasilan Pemilu 2024 di Jatim
Ini Empat Indikator Keberhasilan Pemilu 2024 di Jatim

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono memaparkan keberhasilan pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2024 di Jawa Timur, yang berlangsung aman dan kondusif.

Dalam acara Talkshow dalam rangka HUT Ke-7 Tribun Jatim di Dyandra Convention Center Surabaya, pada Selasa (27/2/2024), Pj. Gubernur Adhy mengungkap bahwa ada empat indikator utama yang mengantarkan keberhasilan penyelenggaraan Pesta Demokrasi kali ini. Antara lain, Pemilu berlangsung secara aman, partisipasi pemilih yang tinggi, tidak terjadi konflik yang merusak persatuan dan kesatuan bangsa serta tetap berjalannya pemerintahan dengan lancar baik di pusat maupun di daerah.

“Dari empat indikator tadi kami menyatakan bahwa kita berhasil melaksanakan pemilu di Jawa Timur dengan baik. Tentu ini berkat dukungan dari semua pihak, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, pelaksana pemilu, KPUD, Bawaslu, dan juga Forkopimda yang selalu hadir memonitor,” tutur Adhy.

Kaitannya partisipasi pemilih di Jawa Timur, Adhy menyebut bahwa terjadi peningkatan dibandingkan Pemilu di tahun 2019. Partisipasi publik Pemilu di Jatim pada Pemilu 2014 mencapai 72,40 persen, kemudian di tahun 2019 naik menjadi 82,53 persen. Untuk Pemilu 2024 sementara ini telah mencapai lebih dari 82 persen. Padahal masih dalam tahapan rekapitulasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Adhy juga menjelaskan, roda perekonomian di Jatim tetap berjalan saat Pemilu berlangsung. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2023 tumbuh 4,95 persen (c to c) dan inflasi 2,92 persen (y to d), sehingga pertumbuhan ekonomi Jawa Timur inklusif.

“Inflasi kita satu tahun kemarin 2,4 persen, inflasi di seluruh provinsi 2,54 persen, artinya kondisinya stabil. Bahkan pada bulan Januari kemarin, Jatim mengalami deflasi 0,01 persen. Itu menunjukkan bahwa walau ada hiruk pikuk Pemilu, roda ekonomi tetap berjalan. Dan di Pemilu ini justru membuat ekonomi semakin bagus dan daya beli masyarakat semakin kuat,” ungkap Adhy.

BACA JUGA : Hadapi Tahun 2024, Pengusaha Harus Bertransformasi

Adhy menambahkan, inflasi yang terjadi saat ini lebih disebabkan kondisi menjelang Bulan Ramadan. Menurutnya, kebutuhan masyarakat kerap meningkat saat memasuki bulan tersebut.

“Oleh sebab itu, Pemprov Jatim akan terus bekerja keras memantau perkembangan harga di pasar guna menjaga stabilitas harga pangan bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Informasi dan Komunikasi Publik Polhukam Kementerian Komunikasi dan Informasi RI, Maroli Jeni Indiarto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah menyalurkan hak pilihnya melalui berbagai TPS di daerah.

“Kami dari Kementerian Kominfo, walau sudah selesai proses pemungutan suara, juga akan terus mengawal bagaimana Hoax yang terus menyebar di masyarakat,” ucapnya.

Kementerian Kominfo RI mencatat terjadi kenaikan hoax di masyarakat. Dari Januari 2023 sampai Februari 2024 terdapat 289 hoax yang menyebar di masyarakat. Untuk itu Kominfo juga menyatakan akan terus melakukan Patroli Cyber 24 jam.

BACA JUGA : Jelang Ramadan, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Disperindag

Maroli juga berpesan kepada seluruh masyarakat Jatim sebagai provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak kedua agar bisa lebih bijak dalam menyerap informasi yang beredar demi berlangsungnya Pemilu yang aman.

“Saya harap agar masyarakat tidak terpengaruh berita-berita yang tidak terverifikasi kebenarannya. Itulah peran kita semua untuk menjaga hajatan lima tahunan ini tetap kondusif,” pungkasnya. (JM01)