Ini Penilaian Pengamat Politik UNAIR Soal Reshuffle Menteri

0
29
Ini Penilaian Pengamat Politik UNAIR Soal Reshuffle Menteri
Reshuffle Menteri

Surabaya, JATIMMEDIA.COM Presiden Jokowi baru saja mengocok ulang enam pos jajaran menterinya. Menurut dosen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), Fahrul Muzaqqi, S.IP., M.IP., reshuffle yang dilakukan Presiden jokowi dengan keenam sosok yang dilantik pada Rabu (23/12/2020) itu sudah cukup sesuai dan mewakili harapan publik.

Fahrul menila dari segi kompetensi, keenamnya memiliki kualitas yang cukup mumpuni, yakni bagaimana pengalaman atau track record-nya, kemampuan leadership, dan komitmennya.

Meski begitu, Fahrul menyebutkan bahwa masih ada beberapa menteri yang secara keahlian khusus belum terlihat. Salah satu contohnya adalah Tri Rismaharini yang memiliki background sebagai Wali Kota Surabaya ini tidak memiliki keahlian spesifik untuk menduduki kursi Kementerian Sosial (Kemensos).

Baca juga : ITS Lockdown, Rektor Positif Covid-19

“Namun, bukan berarti beliau (Tri Risma Harini, Red) tidak mumpuni, karena yang dibutuhkan adalah kemampuan leadership dan komitmen dalam menjalan program-program prioritas presiden,” terangnya, Sabtu (26/12/2020).

Sementara mengenai terpilihnya Budi Gunadi sebagai Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan background ilmu bukan dari rumpun kesehatan, menurut Fahrul, hal itu akan menjadi tantangan tersendiri ke depan. Namun, dia menyebutkan tantangan tersebut bisa di-back up oleh tenaga ahli yang ada di dalamnya (Kementerian Kesehatan).

“Menurut saya, terpilihnya Budi sangat disesuaikan dengan kondisi saat ini. Di mana menteri perlu mengambil keputusan cepat, efektif, sesuai data, dan leadership yang bagus. Asal semua itu terpenuhi, tidak masalah kalau bukan dari ranah kesehatan,” jelas Fahrul.

Baca juga : Gubernur Khofifah Tinjau Gereja Pastikan Kondisi Aman dan Patuhi Protokol Kesehatan

Stabilitas Politik

Sedang mengenai bergabungnya Sandiaga Uno dalam kabinet menteri, Fahrul menyampaikan bahwa hal tersebut menjadi ciri tersendiri bagi kepemimpinan Jokowi yang mengakomodasi atau merangkul semua elemen politik demi stabilitas.

“Dua hal penting yang dibutuhkan saat pandemi adalah stabilitas politik dan ekonomi. Dengan masuknya Sandiaga (yang diketahui sebelumnya merupakan rival Jokowi), diharapkan itu mampu meredam kegaduhan politik,” terangnya, sambil menambahkan kalau secara politik terjadi gonjang-ganjing atau ekonomi mengalami krisis, tentu berbahaya bagi pemerintahan.

Meski memiliki sisi positif, namun Fahrul juga menilai keputusan itu memiliki sisi kelemahan karena pihak oposisi menjadi kecil dan lemah. Dan lemahnya oposisi, bisa menyebabkan berkurangnya kritik terhadap segala kebijakan pemerintah.

Baca juga : Mandiri Syariah dan Muhammadiyah Bangun Gedung Sekolah Untuk Pendidikan Anak Usia…

Fahrul juga berharap enam menteri hasil reshuffle yang baru saja dilantik dapat bekerja secara akselerasi atau cepat. Terutama dalam menangani pandemi Covid-19. (JM01)