Jatim Terapkan Ilmu Behavioural Science dari Inggris Raya untuk Adaptasi Kebiasaan Baru

0
372
Jatim Terapkan Ilmu Behavioural Science dari Inggris Raya untuk Adaptasi Kebiasaan Baru
Jatim Terapkan Ilmu Behavioural Science dari Inggris Raya untuk Adaptasi Kebiasaan Baru

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan berbagai langkah inovatif dan terus mengikuti perkembangan sains untuk menekan penyebaran Covid-19. Termasuk melakukan kerjasama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Inggris Raya.

Kerjasama tersebut berupa Program Pelatihan Behavioural Science atau ilmu perubahan perilaku untuk memperkuat penerapan protokol kesehatan di Jawa Timur, yang dilaunching melalui Webinar Via Zoom Meeting, Kamis (1/10/2020).

Menanggapi gagasan kerjasama tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Duta Besar Inggris Raya dan Nudgeplus yang memberikan pelatihan pada tim Humas di Pemprov Jawa Timur.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Duta Besar Inggris untuk kesekian kalinya memberikan support kepada Pemprov Jatim,” ujarnya.

Menurut Khofifah, format yang nanti akan dilakukan para expert dari Nudgeplus, akan memudahkan Pemprov Jatim dalam melakukan inovasi dalam mengajak masyarakat patuh kepada protokol kesehatan.

“Intervensi yang dilakukan akan berbasiskan ilmu perubahan perilaku yang telah dikembangkan di Inggris Raya dan disesuaikan dengan kultur masyarakat di Jawa Timur,” lanjut Khofifah.

Penerapan protokol kesehatan yang diperkuat dari berbagai lini juga terbukti sangat efektif di Jawa Timur. Dalam dua minggu terakhir operasi Yustisi yang di kombinasikan dengan kampanye “Pakai Masker” yang dilakukan di berbagai kota dan kabupaten kini menjadikan Jawa Timur menjadi provinsi besar di Jawa dengan Kasus Aktif COVID-19 terendah, yakni hanya 3.455 atau setara 7.84%  per Jumat (2/10/2020). Harapannya, penerapan ilmu behavioural science dalam kampanye protokol kesehatan akan semakin menekan penyebaran COVID-19 di Jawa Timur.

“Mudah-mudahan semuanya akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat untuk bisa segera beradaptasi pada kebiasaan baru. Mengingat sampai saat ini  Covid-19 tidak ada yang tahu kapan penyebarannya,” harapnya.

Harapkan Behavioural Science Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Prokes Covid-19

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengharapkan program pelatihan ini bisa semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

“Kolaborasi lintas negara ini dapat membawa manfaat yang konkrit. Di tengah Pandemi Covid-19 harus terus mencoba cara-cara untuk bisa menekan penyebaran Covid-19. Pendekatan behavioural ini memang sedang kita butuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, menerapkan protokol kesehatan tidak sederhana yang dijelaskan. Dalam hal ini menerapkan ini harus membangun kesadaran yang mendalam dari masyarakat, maupun pelaku usaha. Sebab kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan adalah harapan terbaik yang kita miliki untuk menahan penularan virus lebih lanjut.

“Karena itu pendekatan ini sebagaimana yang disampaikan Ibu Gubernur menjadi sangat penting. Harapannya outcome dari behavioral insight munculkan kesadaran diri sendiri, sehingga bisa menjaga kesehatan antar sesama. Banyak pendekatan psikologi yang dipakai,” jelas Emil.

Sementara Dubes Kerajaan Inggris Raya Untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins mennyampaikan, bahwa “The Nudge Unit” menjadi terkenal di Kerajaan Inggris Raya karena merancang kebijakan yang dapat mengubah perilaku melalui sebuah intervensi atau pesan sederhana.

“Saya senang bahwa pemerintah Jawa Timur yang mengambil langkah progresif dengan menggandeng Nudgeplus untuk melakukan hal yang serupa di sini. Saya juga senang untuk mendukung kerja sama antara Kerajaan Inggris Raya dan Jawa Timur yang ditujukan untuk membantu mengatasi penyebaran Covid-19 di Indonesia,” katanya. (JM01)