Home Umum Jelang Ramadan, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Disperindag

Jelang Ramadan, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Disperindag

0
33
Jelang Ramadan, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Disperindag
Jelang Ramadan, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Disperindag

Naiknya harga bahan pokok beras, menurut Adhy, lantaran harga gabah kering giling di tingkat petani memang mengalami kenaikan mencapai Rp7.320 per kg atau sekitar 44,6% dari harga yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp 5.000. Maka dari itu, intervensi seperti pasar murah inilah menjadi salah satu solusi.

“Bapak ibu pasti terdampak, tapi kami mengendalikan harga di pasar supaya serendah mungkin tidak jauh melesat dari HET (Harga Eceran Tertinggi) bahkan kita melakukan operasi pasar seperti saat ini” ucapnya.

BACA JUGA : MuatMuat Resmi Hadir sebagai Platform Ekosistem Logistik Digital yang Solutif

Selain beras, komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah harga cabai. Harga rata-rata cabai rawit merah sebesar Rp 47.566 per kg naik Rp 2.017 per kg, dan cabai merah besar Rp 71.017 per kg yang naik Rp 13.753. Sementara untuk komoditas seperti daging sapi, ikan maupun unggas dipastikan tidak mengalami kenaikan harga yang siginifikan.

“Ini musim hujan, panennya kena hujan, kemudian tingkat keawetannya untuk disimpan itu juga hanya enam hari, ini yang sedang kita lakukan bagaimana distribusi, tanam itu tidak harus bersamaan,” ucapnya.

Pj. Gubernur Adhy menambahkan, kegiatan pasar murah adalah satu dari banyaknya kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat dari Gubernur Jatim periode 2019 – 2024, Khofifah Indar Parawansa. Selama kepemimpinan Gubernur Khofifah, pasar murah telah rutin digelar dan sudah dilakukan di semua kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Pasar murah ini sebetulnya sudah didesain waktu Ibu Khofifah dan Pak Emil menjabat, wanti-wantinya adalah Pak Pj tolong yang sudah dilakukan saya khususnya untuk orang miskin tetap dilanjutkan bahkan ditingkatkan salah satunya pasar murah, itu adalah amanah dari ibu Khofifah, saya hanya melaksanakan dan memperkuat,” bebernya.

BACA JUGA  Pemprov Jatim Gandeng Pegiat Medsos Jatim untuk Genjot Potensi Lokal

BACA JUGA : Seri Pendekar Rase Terbang Akan Hadir di Indosiar

Adhy juga menyampaikan saat ini Pemprov Jatim tengah melakukan koordinasi agar produksi antar kabupaten kota di Jawa Timur bisa menjaga cadangannya. Seperti membuat korporasi petani nelayan untuk menjaga agar produk-produk mereka tetap terjaga dan ada di Jawa Timur.

“Jangan sampai hilang, beras kita surplus, 30 persen kita jaga untuk cadangan kita sendiri, jangan sampai orang Jawa Timur yang petaninya banyak menghasilkan lebih tapi membeli berasnya tetap beras orang lain,” pesannya. (JM01)