Jogoboyo Siap Hadapi Perusuh di Kota Surabaya

0
366
Jogoboyo Siap Hadapi Perusuh di Kota Surabaya
Jogoboyo Siap Hadapi Perusuh di Kota Surabaya

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Sejumlah tokoh dan arek-arek Surabaya dari berbagai organisasi yang menamakan diri Jogoboyo (Jogo Suroboyo) mengutuk keras tindakan brutal dan anarkisme yang dilakukan ribuan demonstran yang menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Surabaya, Kamis (08/10).

Djadi Galajapo, juru bicara Jogoboyo menyampaikan, siapapun mau demo silahkan. Mau menyampaikan aspirasi juga monggo.

“Tapi, jangan rusak kota kami. Jangan bikin gaduh di kota kami, Surabaya ini,” katanya berapi-api, Jumat (9/10/2020).

Djadi juga menambahkan, anarkisme dan vandalisme yang dilakukan itu ibarat nggugah macan turu (menggugah macan tidur) arek-arek Surabaya yang selalu wellcome pada semua pendatang.

“Kami memang kecolongan kemarin. Tapi besok, tidak lagi. Kami berjaga. Kami bersiap. Kami akan gebuk, siapapun yang mengacak-acak Surabaya,” tegas tokoh seniman Suroboyo ini.

Hal senada, juga disampaikan H Ahmad Badrut Tamam. Aktivis yang juga Ketua LPMK Perak Timur, yang bertekad akan membabat habis pendatang yang merusak Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) kota kelahirannya.

“Surabaya ini kota Pahlawan. Apa pingin ada kejadian Jenderal Mallaby kedua di Surabaya?,” kecam inisiator Jogoboyo ini, seraya mengisahkan bagaimana dramatisnya panglima tertinggi Inggris itu tewas di tangan arek-arek Surabaya kala itu.

Guna mengantisipasi brutalisme dan vandalisme yang dilakukan pendatang dalam melakukan demo, Jogoboyo melakukan pamswakarsa. Terlebih disaat akan adanya aksi. Baik yang dilakukan kaum buruh, mahasiswa maupun elemen lainnya di Surabaya.

Dalam waktu dekat, Jogoboyo yang aklamasi memilih Kusnan dari Paguyuban Arek Suroboyo (PAS) sebagai Koordinator dan Ita Siti Nasyi’ah jurnalis senior sebagai Sekretaris melakukan audiensi ketiga pilar, yaitu Kapolres Surabaya, Wali Kota Surabaya dan Korem 084 / Bhaskara Jaya.

Tujuannya, organisasi dengan tagline “Taliduk Tali Layangan, Awak Sithuk Ilang-Ilangan” itu melakukan koordinasi menjaga Surabaya agar selalu aman dan kondusif. (JM01)