Khofifah Ingin Kawasan Mangrove Jadi Referensi  Destinasi Edu Wisata

0
10
Gubernur Khofifah Ingin Kawasan Mangrove Jadi Referensi  Destinasi Edu Wisata
Gubernur Khofifah Ingin Kawasan Mangrove Jadi Referensi  Destinasi Edu Wisata

Banyuwangi, JATIMMEDIA.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, serta bupati/walikota se-Jatim, kembali melakukan gerakan restorasi kawasan mangrove yang bertajuk “Nandur Mangrove” di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Teluk Pangpang, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (29/10/2021).

Sedikitnya 293.280 batang bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata, Ceriops tagal, Bruguiera gymnorrizha, dan Sonneratia alba secara bertahap ditanam di lahan seluas 101 hektar tersebut.

Khofifah berharap, massifnya restorasi mangrove yang dilakukan Pemprov Jatim bisa menahan laju perubahan iklim yang semakin nyata. Dan gerakan Ini juga dilakukan sebagai bentuk kontribusi Jawa Timur terhadap target Indonesia yang berupaya menurunkan emisi 0.834 hingga 1.081 giga ton.

Sebagai informasi, Kawasan Mangrove Teluk Pangpang Kabupaten Banyuwangi ditunjuk sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) karena bernilai penting untuk perlindungan ekologi serta memberikan manfaat jasa lingkungan bagi kesejahteran masyarakat. Penunjukan tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor: 188/338/KPTS/013/2020 tentang Kawasan Ekosistem Esensial Teluk Pangpang Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur.

Baca juga : Perkuat Konektivitas dengan Indonesia Bagian Timur, Dermaga MB IV Pelabuhan Ketapang…

Di dalamnya terdapat keanekaragaman hayati 12 jenis pohon mangrove, 43 Jenis burung dan 18 jenis Bivalvia yang mana sebagian burung-burung tersebut merupakan burung migran.

“Penanaman mangrove ini sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim yang sedang terjadi di dunia. Perubahan iklim bukan fenomena lokal, melainkan global sehingga butuh partisipasi seluruh warga dunia untuk menahan lajunya. Dan, Jawa Timur sudah memulainya dan akan konsisten melakukannya,” ujarnya.

Menurut Khofifah, keberadaan kawasan mangrove tidak hanya bermanfaat untuk menahan laju perubahan iklim, abrasi wilayah pesisir, dan rob maupun gelombang tsunami. Lebih dari itu, kawasan ini juga bisa dijadikan destinasi wisata alam dan wisata edukasi bagi masyarakat dan anak-anak. Hal tersebut tentunya dapat memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

“Tinggal nanti ditata dan dikelola lebih baik lagi, selanjutnya dipasarkan melalui berbagai kanal digital. InsyaAllah, jika bagus, instagramable, Insya Allah akan banyak yang datang berkunjung,” imbuhnya.

Baca juga : Ini 11 Anak Muda Tangguh Penerima Apresiasi 12th SATU Indonesia Awards…

Terkait target restorasi mangrove di Jawa Timur, Khofifah mengatakan saat ini Pemprov Jatim tengah menunggu peta dari Kementerian Pertanian. Namun demikian, Pemprov Jatim telah mendahului proses penanaman mangrove dengan melibatkan sangat banyak stakeholder, relawan, dan pemerintah maupun forkopimda kabupaten/kota.

“Kemarin kita turun di Ujung Pangkah Gresik, hari ini di Muncar. Insyaallah awal November besok kita akan turun nandur mangrove di Probolinggo dan Bangkalan sambil menunggu pemetaan daerah-daerah strategis lain yang bisa kita tumbuhkembangkan bagaimana restorasi mangrove bisa berseiring dengan upaya untuk membangun ekosistem di pantai dan laut. Tentu diharapkan akan berseiring dengan upaya mitigasi terhadap global warming,” tambah Khofifah.

Lebih lanjut disampaikan Mantan Mensos RI itu, kegiatan restorasi ini juga merupakan implementasi program mangrove biru Kalimireng dalam rangka penguatan zona konservasi, edukasi, dan rekreasi, sebagai upaya percepatan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.

Baca juga : Fokus pada Digitalisasi, Kinerja BSI Pasca Merger Semakin Solid

“Saya berharap gerakan Nandur Mangrove ini bisa menjadi sebuah gerakan bersama. Apalagi ini merupakan ekosistem yang unik dan rawan mempunyai fungsi ekologis dan ekonomis. Secara ekologis kawasan mangrove menjadi  tempat mencari makan, tempat memijah, dan tempat berkembang biak berbagai jenis ikan, kepiting, udang, kerang dan biota laut lainnya, dan tempat bersarang berbagai jenis satwa liar terutama burung dan reptil,” imbuhnya. (JM01)