Kukuhkan Bunda PAUD Kab/Kota se-Jatim, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Pendidikan PAUD Holistik Integratif

0
4
Kukuhkan Bunda PAUD Kab/Kota se-Jatim, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Pendidikan PAUD Holistik Integratif
Kukuhkan Bunda PAUD Kab/Kota se-Jatim, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Pendidikan PAUD Holistik Integratif

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan 35 orang Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten/Kota se-Provinsi Jatim. Pengukuhan yang dilakukan secara hybrid tersebut digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (20/9/2021).

Pengukuhan 35 Bunda PAUD tersebut berdasarkan SK Gubernur Jatim Nomor: 188/511/KPTS/013/2021 tanggal 26 Agustus 2021 tentang Bunda PAUD Kab/Kota Provinsi Jatim. Sedangkan tiga kab/kota lain yakni Kota Madiun, Kab. Jember dan Kab. Pasuruan, telah dilakukan pelantikan Bunda PAUD di periode sebelumnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah meminta agar pendidikan PAUD di Jatim dilakukan secara holistik integratif. Dimana penanganan anak usia dini harus dilakukan secara utuh atau menyeluruh, yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraannya.

Untuk itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dan berbagai elemen baik masyarakat, pemerintah dan berbagai pihak untuk mengoptimalkan perkembangan anak usia dini secara menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan anak Indonesia khususnya Jatim, yang sehat, cerdas, dan berkarakter sebagai generasi masa depan yang berkualitas dan kompetitif.

“Anak merupakan aset bangsa yang menentukan masa depan bangsa dan negara. Maka pengembangan anak usia dini yang holistik integratif dan berkualitas merupakan salah satu kunci penting pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. Sehingga para Bunda PAUD yang baru saja dilantik ini menjadi bagian dari penguatan SDM Indonesia yang berkualitas lahir batin,” katanya.

Menurutnya, dalam pendidikan PAUD ini ada berbagai unsur yang harus saling mendukung satu dengan yang lain. Mulai dari sarana prasarana pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, masyarakat dan unsur lainnya. Untuk itu, dibutuhkan pembinaan serta pelatihan bagi unsur-unsur terkait salah satunya guru atau tenaga pendidiknya.

Baca juga : Bank Jatim Serahkan 2 Unit Mobil “Wak Muqidin”

“Pendidikan di PAUD ini bagaimana anak-anak bisa mengenali ekosistem di lingkungannya yang hari ini bergerak sangat dinamis. Maka proses rekrutmen dari guru PAUD ini harus menjadi perhatian bagaimana kompetensi dan pemahamannya mencakup nilai-nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni ini harus menjadi satu kesatuan,” katanya.

Khofifah mengatakan, salah satu yang menjadi ujung tombak dalam pembangunan adalah kualitas SDM, seperti yang tertuang dalam lima program prioritas Presiden dan Wakil Presiden RI. Bahwa seperti yang disampaikan Presiden  Joko Widodo bahwa untuk mewujudkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing maka PR yang harus dilakukan adalah menurunkan angka stunting, termasuk di dalamnya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Penurunan angka stunting, AKI dan AKB ini, lanjutnya, harus menjadi satu kesatuan. Hal ini dikarenakan ketiga hal tersebut menjadi referensi bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat terutama yang terkait dengan peningkatan kualitas SDM dan daya saing.

Baca juga : Survey CoreLogic: Harga Hunian di Sydney dan Melbourne Bakal Naik Signifikan…

“Untuk itu saya berpesan kepada Bunda PAUD kab/kota untuk memperhatikan hal ini secara serius mengingat hal tersebut erat kaitannya dengan peningkatan kualitas SDM dan daya saing kita. Apalagi Bunda PAUD ini kan rata-rata istri Bupati/Walikota sehingga melekat juga sebagai Tim Penggerak PKK. Jadi bagaimana membangun life cycle ini termasuk berkoordinasi dengan OPD terkait termasuk BKKBN. Karena soal stunting misalnya, tidak cukup sosialisasi di 1.000 hari pertama kehidupan atau saat ibu hamil, tapi harus dimulai ketika usia remaja,” katanya.

Dalam kesempatan ini, orang nomor satu di Jatim ini meminta agar ke depannya tiap desa di Jatim harus memiliki PAUD. Hal ini dikarenakan PAUD merupakan tahapan pendidikan anak usia dini yakni usia 0-6 tahun atau yang biasa disebut golden age.

“Dengan adanya PAUD di setiap desa maka diharapkan anak-anak di usia golden age ini mendapatkan pendidikan yang membentuk karakter anak sejak dini,  tentunya dengan pemberian gizi yang seimbang, stimulasi dan atau rangsangan bekaitan dengan perkembangan otaknya. Selain itu pendidikan PAUD menjadi tahapan pendidikan yang membantu anak-anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut,” harapnya.

Baca juga : OJK Regional 4 Jawa Timur dan SRO Pasar Modal Peroleh Penghargaan…

Tidak hanya itu, Khofifah juga meminta para Bunda PAUD kab/kota untuk memantau proses pembelajaran PAUD di wilayahnya agar mengajarkan kehidupan penuh toleransi dan saling menghargai serta saling menghormati.

“Mohon para Bunda PAUD untuk bisa berkeliling terjun ke lapangan di wilayahnya memastikan jangan sampai ada PAUD yang mengajarkan nilai-nilai yang tidak selaras dengan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdasar  Pancasila ,” pesannya. (JM01)