Layanan BPJS Kesehatan Secara Overall Bikin Shanty Puas

0
20
BPJS Kesehatan Bikin Shanty Puas
BPJS Kesehatan Bikin Shanty Puas

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Menyadari bahwa suaminya sakit dan perlu mendapatkan perawatan, tentu sedikit banyak membuat wanita bernama Shanty ini merasa cemas. Apalagi rasa sakit yang diderita suaminya bisa dilihat dan dirasakan.

Namun demikian, karena Shanty dan suaminya, Ricky Mario, adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan, maka rasa khawatirnya sedikit berkurang, karena ia yakin untuk masalah pengobatan aakan dijamin BPJS Kesekhatan.

“Ya namanya kuatir itu ya pasti, wong yang sakit itu suami sendiri. Tapi karena saya dan keluarga terdaftar di BPJS Kesehatan, jadi ya kuatir saya agak berkurang karena untuk biaya pengobatan pasti gak ada masalah,” ungkap Shanty.

Shanty juga menceritakan bahwa ketika suaminya sakit dan di bawa ke rumah sakit (RS), selama 4 hari dirawat, belum bisa diketahui secara pasti apa penyakit suaminya. Dan kecemasan berikutnya juga muncul karena menurut pihak RS, jatah rawat inap suaminya sudah lebih batas. Jadi ia diberikan dua pilihan, mau naik kelas atau cek out, lalu kemudian cek in lagi.

Baca juga : Ali : Hidup Mati Saya Bergantung pada BPJS Kesehatan

“Tapi ya Alhamdulillah, sebelum putusan cek out kami ambil, analisa dokter memvonis penyakit sudah ditemukan, dan besoknya segera dilakukan operasi pengambilan usus buntu,” ujar wanita yang keluarganya terdaftar sebagai peserta mandiri kelas dua di BPJS Kesehatan, dengan Faskes pilihan tingkat pertama BP. Klinik Nayaka Husada.

Pasca suaminya menjalani operasi usus buntu disalah satu RS di Kota Surabaya ini, Shanty juga menyampaikan rasa terima kasih dan merasa puas dengan layanan yang di berikan RS pada pasien BPJS.

“Secara overall (keseluruhan, red), saya cukup puas dengan pelayanan yang diberikan RS pada suami saya. Selama 7 hari dirawat, suami saya mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik,” ujar Shanty.

Baca juga : BEI Launching Kampung Investasi Berkelanjutan (Kampung INTAN)

Perempuan yang selalu berhijab dan memiliki 3 anak ini juga menyampaikan bahwa sewaktu suaminya menjalani rawat inap, operasi dan rawat jalan, semua biaya di tanggung BPJS Kesehatan. Namun demikian, ternyata ia sempat membeli beberapa obat yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

“Memang ada obat yang harus dibeli secara langsung atau tunai, karena menurut RS ketersediaan obat yang dijaminkan oleh BPJS Kesehatan pada saat itu sedang tidak ada atau kosong. Namun menurut saya masih bisa dijangkau dan wajar-wajar saja,” ungkap wanita mandiri yang memiliki usaha toko dirumahnya sendiri itu.

Bagi Shanty, secara pribadi ia menyampaikan bahwa pelayanan RS yang ditopang realisasi program JKN-KIS sangat baik. Terutama karena ia sudah merasakan sendiri ketika suaminya harus menjalani perawatan di RS.

Baca juga : BSI Bersama Laznas BSMU Serahkan Bantuan Pangan 3 Pesantren Jatim

“Semoga pelayanan pasien BPJS kesehatan jangan sampai ada kesenjangan, khususnya dengan pasien umum. Dan semoga kedepan tidak ada lagi kendala yang dialami masyarakat, saat menggunakan kartu JKN-KIS-nya, baik di faskes maupun di RS,” pungkas Shanty. (JM01)