Lebih dari 500 Ribu Tenaga Kesehatan Telah Mengikuti Vaksinasi Covid-19

0
21
Lebih dari 500 Ribu Tenaga Kesehatan Telah Mengikuti Vaksinasi Covid-19
Lebih dari 500 Ribu Tenaga Kesehatan Telah Mengikuti Vaksinasi Covid-19 (foto: istimewa)

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Lebih dari 500 ribu tenaga kesehatan di Indonesia telah memperoleh suntikan dosis vaksinasi Covid-19. Para tenaga medis tersebut memang merupakan prioritas utama pemerintah di tahap awal program vaksinasi Covid-19 yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Juru Bicara dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, hingga kemarin telah berhasil melakukan vaksinasi bagi lebih dari 500 ribu tenaga kesehatan di Indonesia.

Baca juga : 10 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia

“Angka tersebut menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari tenaga kesehatan untuk mendukung program vaksinasi yang sekaligus juga menunjukkan optimisme mereka terhadap keamanan dan manfaat vaksin dalam memberikan perlindungan terhadap diri mereka dari Covid-19,” ujarnya selepas menyaksikan kedatangan 10 juta dosis bahan baku vaksin Covid-19 di Bandara Internasional Seokarno-Hatta, Tangerang, Selasa (2/2/2021).

Melihat jumlah tenaga medis yang telah mendapatkan dosis vaksin tersebut, pemerintah optimistis bahwa target awal untuk 1,5 juta tenaga kesehatan mendapatkan vaksin Covid-19 dapat segera terwujud.

Baca juga : Sekdaprov Jatim Bagi Masker di Pasar Pabean Surabaya

Vaksinasi untuk menimbulkan dan memperkuat respons imun terhadap virus korona ini merupakan hal yang sangat penting dan memiliki manfaat yang jauh lebih besar dibanding risikonya.

Berdasarkan laporan dari Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI), hingga saat ini semua reaksi yang dilaporkan setelah suntikan vaksin tersebut bersifat ringan dan tidak menimbulkan efek samping yang serius.

Baca juga : Gubernur Khofifah Apresiasi Klinik Vaksinasi RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto

“Selain vaksinasi, protokol kesehatan 3M yakni mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker serta menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas tetap harus dilaksanakan secara ketat,” tandas Nadia. (BPMI Setpres/JM01)