Mahasiswa Unair Ciptakan Aplikasi “Lisan” Peduli Kekerasan Pada Perempuan

0
8
Mahasiswa Unair Ciptakan Aplikasi “Lisan” Peduli Kekerasan Pada Perempuan
Mahasiswa Unair Ciptakan Aplikasi “Lisan” Peduli Kekerasan Pada Perempuan

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Dyah Ayu Wiranti dan Dita Ratnasari adalah dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) yang berhasil meraih Juara Pertama dalam Lomba Esai Elfatarexia tingkat nasional yang diselenggarakan oleh KMK Universitas Diponegoro.

Dyah Ayu Wiranti yang akrab disapa Anty selaku ketua kelompok menjelaskan bahwa mereka membuat sebuah inovasi berupa aplikasi yang dapat membantu perempuan ketika menjadi korban kekerasan di masa pandemi.

Aplikasi yang diberi nama “Lisan” (peduli kekerasan) tersebut, memuat daftar nomor telepon yang dapat menghubungkan korban kekerasan ke pihak yang tepat. Lebih lanjut, Anty menambahkan jika aplikasi Lisan dibuat berdasarkan prinsip ­e-service value.

Latar belakang adanya inovasi aplikasi Lisan karena mereka melihat selama masa pandemi kekerasan pada perempuan meningkat hingga 75%. Selain itu, sambung Anty, adanya keterbatasan akses pada pelayanan publik akibat social distancing dan kebijakan lainnya membuat pelayanan publik berjalan tidak efektif untuk korban kekerasan.

“Jika ada kesempatan tentu kami ingin merealisasikan inovasi tersebut, karena aplikasi ini bersifat multi-stakeholder sehingga dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk dapat benar-benar terealisasi. Mungkin alternatif sementara akan kami coba dalam PKM (Program Kreativitas Mahasiswa, Red),” tutur Anty.

Baca juga : Bolu Ketan Mendut Binaan BSN Sukses Tembus Pasar Ekspor

Sebelum tercetus inovasi aplikasi Lisan, Anty dan tim mencari ide terlebih dahulu dari isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan. Kemudian, mereka mendiskusikan masalah tersebut untuk mendapatkan sebuah solusi. Setelah terkumpul data-data terkait permasalahan yang diangkat, Anty dan tim baru membuat design aplikasi dan menyusun laporannya.

“Kendala dalam persiapan lomba mungkin ketika berdiskusi satu sama lain karena menyatukan dua pendapat yang berbeda tentu tidaklah mudah,” tambahnya.

Ke depan, Anty dan tim berharap dapat terus menggali inovasi-inovasi terbaru dan mengikuti berbagai perlombaan lainnya. Mereka juga berharap inovasi yang telah dibuat dapat terealisasi sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca juga : UK Petra Gelontorkan Beasiswa di Masa Pandemi Covid-19 Sebesar 5,5 Milyar

“Ide-ide pasti akan muncul apabila kita mengikuti isu-isu yang sedang berkembang saat ini. Sehingga, saran saya ikutilah isu-isu tersebut, lalu buatlah sebuah solusi yang dituangkan ke dalam suatu inovasi,” tandas mahasiswi angkatan 2019 tersebut. (JM01)