Mahasiswa Unair Ciptakan Hand Sanitizer dari Limbah Kulit Udang

0
4
Mahasiswa Unair Ciptakan Hand Sanitizer dari Limbah Kulit Udang
Mahasiswa Unair Ciptakan Hand Sanitizer dari Limbah Kulit Udang

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Tak henti-hentinya Universitas Airlangga mencetak mahasiswa yang berprestasi di kancah Nasional. Kali ini tiga mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR menorehkan prestasi juara II Tingkat Nasional Kategori Lomba Inovasi Produk Festival Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa 2020 Universitas Khairun Ternate.

Mereka adalah Arief Rubiana, mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan (THP), bersama Reza Istiqomatul Hidayah dan Anastasya Dewi Larasati mahasiswa Akuakultur.

Baca juga : Setelah Gubernur, Kini 8 Kepala Dinas Pemprov Jatim Positif Covid-19

Lomba tingkat nasional tersebut bertema From Trash to Cash (dari sampah menjadi uang). Tiga mahasiswa tersebut membawakan sebuah inovasi produk yang berasal dari limbah kulit udang yang dijadikan sebagai hand sanitizer. Produk tersebut bernama Likuid Sanituzer.

Ketua Tim Arief mengungkapkan bahwa tercetusnya inovasi itu bermula ketika dirinya melaksanakan Praktik Kerja Lapang di Thailand. Ketika itu, ia mengambil topik penelitian Kitosan dari limbah kulit udang.

Baca juga : 77.760 Vaksin Covid-19 Tiba di Jatim

Kitosan dari limbah kulit udang merupakan senyawa biopolimer turunan yang bersifat organik. Senyawa turunan yang berasal dari tiga tahap, yaitu deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi kitin yang banyak terkandung di dalam hewan laut seperti udang dan kepiting.

“Kitosan merupakan biopolimer yang bersifat organik dan diduga mengandung aktivitas antibakteri yang bisa digunakan untuk inovasi ini,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa kitosan bersifat organik, senyawa tersebut tidak mengandung protein yang bisa menyebabkan alergi.

Baca juga : Mensos Risma Blusukan di Eks Lokalisasi di Mojokerto

Karena pengerjaan konsep inovasi tersebut dilakukan secara daring, Arief mangakui inovasi hand sanitizer itu masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut untuk menelusuri keefektifitas serta pengemasan yang tentu harus eco-friendly.

“Dengan banyaknya inovasi yang dimiliki, semoga masalah sampah di dunia bisa teratasi. Karena, ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (JM01)