Home Umum Makin Diminati, Kini Perbankan Susul Industri Gunakan REC PLN

Makin Diminati, Kini Perbankan Susul Industri Gunakan REC PLN

0
37
Makin Diminati, Kini Perbankan Susul Industri Gunakan REC PLN
Makin Diminati, Kini Perbankan Susul Industri Gunakan REC PLN

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Makin diminati, kini perbankan susul industri gunakan energi hijau melalui layanan Renewable Energy Certificate (REC) PLN. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama PLN dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Madiun Kartoharjo dan PT Unicharm Indonesia serta PT Unicharm Nonwoven.

Penandatanganan penggunaan energi hijau dilakukan bersama BSI KCP Madiun Kartoharjo dengan pembelian 51 unit. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan penggunaan energi ramah lingkungan di sektor perbankan dan mendukung komitmen nasional dalam mengurangi emisi karbon.

Kepala BSI KCP Madiun Kartoharjo Sulaiman menyampaikan antusiasmenya terhadap kerja sama ini. Menurutnya, sebagai institusi keuangan syariah, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

“Kerja sama dengan PLN UP3 Madiun ini merupakan langkah nyata kami dalam mendukung penggunaan energi terbarukan dan mendukung program pemerintah untuk mencapai target energi hijau,” tuturnya.

Sementara itu, PT Unicharm Indonesia Tbk. melakukan pembelian REC untuk kedua site yang berada di Kawasan Industri Ngoro Kabupaten Mojokerto. Sertifikat tersebut dapat digunakan sebagai bukti kontribusi perusahaan dalam penekanan emisi karbon. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa PLN bersama PT Unicharm Indonesia Tbk. dan PT Unicharm Nonwoven Indonesia mengambil peran dalam menekan emisi dengan mendorong penggunaan energi yang ramah lingkungan.

BACA JUGA : Pasar Turi Baru Gelar BLITE Expo Setahun Penuh, Gandeng Zabetmart

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Agus Kuswardoyo menyampaikan REC merupakan salah satu inovasi produk hijau yang dimiliki PLN untuk mempermudah pelanggan dalam mendapatkan pengakuan atas penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang diakui secara internasional. REC juga merupakan jawaban atas kebutuhan langkah dekarbonisasi, khususnya di sektor industri dan bisnis.

BACA JUGA  Masih Ada Tudingan Miring, Ketua Umum Perkumpulan PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia Layangkan Somasi Terbuka

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya mencapai target pengurangan emisi karbon menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Kami mengucapkan terima kasih kepada para pelaku industri yang turut bergabung dalam ekosistem Green Energy,” papa Agus.

PT Unicharm Indonesia Tbk. telah melakukan pembelian REC secara bundling sebesar 10% dari pemakaian Listrik bulanan, setara 4.119.000 kWh untuk periode 12 bulan. Sementara, PT Unicharm Nonwoven Indonesia juga melakukan pembelian secara bundling sebesar 22% dari pemakaian listrik bulanan, setara dengan 1.185.000 kWh untuk periode 12 bulan.

Factory Head PT. Unicharm Indonesia Tbk., Hiroshi Oya menyampaikan bahwa Unicharm Group memiliki tujuan yang sudah menjadi komitmen yaitu realisasi Sustainable Development Goals (SDGs). Untuk mewujudkan renewable energy 100%, telah diupayakan untuk melakukan yang terbaik sebagai perusahaan melalui pemasangan PLTS yang menyokong sekitar 14% energi bersih, dan menggunakan REC pada seluruh listrik yang digunakan dari PLN hingga tahun 2029.

BACA JUGA : Transaksi Digital Banking Naik 45%, BSI Apreasiasi Nasabah Lewat Hujan Rezeki…

“Untuk langkah awal, di bulan Juli ini mulai menggunakan REC sebesar 10% dari penggunaan bulanan PLN, atau sekitar 300 unit perbulan. Penggunaan REC akan ditingkatkan sesuai roadmap yang telah kami setting yaitu 100% di tahun 2029. Dengan adanya kolaborasi bersama PLN, kami dapat berkontribusi pada pencapaian Net Zero Emission melalui produksi yang menggunakan energi bersih dan ramah lingkungan. Mulai hari ini hingga seterusnya, PLN akan terus menjadi Business Partner utama dalam keberlanjutan pengembangan produk layanan listrik bertema clean energy,” ungkapnya.

Sementara Factory Head PT Unicharm Nonwoen Indonesia, Ryosuke Inokawa mengungkapkan bahwa mulai saat ini pihaknya secara resmi memulai menggunakan REC sebesar 1500 Unit pertahun atau 22% dari penggunaan listrik PLN setiap bulannya. (JM01)

BACA JUGA  Wagub Emil Paparkan Beragam Langkah Penanganan Naiknya Kasus Covid-19 di Bangkalan