Home Umum Mengubah Ilmu Jadi Solusi: Cerita Haru Lulusan Terbaik Hingga Prestasi Akademik Marselino...

Mengubah Ilmu Jadi Solusi: Cerita Haru Lulusan Terbaik Hingga Prestasi Akademik Marselino di Wisuda ke-122 Unesa

0
9
Mengubah Ilmu Jadi Solusi: Cerita Haru Lulusan Terbaik Hingga Prestasi Akademik Marselino di Wisuda ke-122 Unesa, Vanessa Aulia Syifa Yudiasmara (23), wisudawan terbaik dari Program Studi D4 Manajemen Informatika, Fakultas Vokasi Unesa dan Iftitah Rahma Safira (22), wisudawan terbaik dari Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unesa
Mengubah Ilmu Jadi Solusi: Cerita Haru Lulusan Terbaik Hingga Prestasi Akademik Marselino di Wisuda ke-122 Unesa, Vanessa Aulia Syifa Yudiasmara (23), wisudawan terbaik dari Program Studi D4 Manajemen Informatika, Fakultas Vokasi Unesa dan Iftitah Rahma Safira (22), wisudawan terbaik dari Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unesa

Surabaya, JATIMMEDIA.COM — Momen Wisuda ke-122 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang digelar pada Sabtu (26/9/2026) tak sekadar menjadi seremoni pengukuhan bagi 1.517 lulusan dari 10 fakultas. Lebih dari itu, ajang ini menjadi panggung pembuktian bahwasanya pendidikan adalah tentang perjuangan, ketekunan, dan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat luas.

Di balik riuh tepuk tangan prosesi wisuda, terselip kisah inspiratif dan penuh haru dari para wisudawan terbaik. Salah satunya datang dari Vanessa Aulia Syifa Yudiasmara (23), wisudawan terbaik dari Program Studi D4 Manajemen Informatika, Fakultas Vokasi Unesa.

Melalui tugas akhirnya, Vanessa mengembangkan aplikasi web e-Government berbasis Laravel dan MySQL untuk membantu pengelolaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Sistem ini dirancang secara khusus untuk menentukan prioritas penanganan infrastruktur yang rusak berdasarkan berbagai kriteria keputusan secara terukur.

Bagi Vanessa, teknologi bukan sekadar tumpukan kode atau perhitungan matematis belaka, melainkan sebuah solusi atas permasalahan nyata di masyarakat.

“Di balik sistem yang saya bangun, ada upaya untuk menjawab persoalan nyata: ketika bencana datang dan banyak infrastruktur rusak, bagaimana menentukan mana yang harus mendapatkan penanganan lebih dahulu secara cepat dan tepat,” ungkap Vanessa.

Capaian akademik tersebut diukir Vanessa melalui ujian hidup yang berat. Di tengah penyelesaian skripsinya, sang ayah yang berprofesi sebagai arsitek—sosok yang selama ini mengarahkannya ke dunia teknologi—meninggal dunia. Kehilangan tersebut sempat membuat langkah Vanessa terhenti. Namun, atas dukungan dosen pembimbing serta keluarga, ia berhasil bangkit dan menyelesaikan studinya hingga tuntas. Dari perjalanan itu, ia membuktikan bahwa konsistensi adalah keberanian untuk kembali berdiri setelah sempat jatuh.

Kisah dedikasi lain diukir oleh Iftitah Rahma Safira (22), wisudawan terbaik dari Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unesa, yang berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sangat memuaskan, yakni 3,95.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Terima Suntikan Dosis Kedua Vaksin Covid-19

Iftitah menghadirkan inovasi media pembelajaran bertajuk “Nina’s Smart Choice”, sebuah game edukatif berbasis web yang dirancang khusus untuk membantu siswa kelas IV Sekolah Dasar memahami materi ekonomi dasar mengenai konsep kebutuhan dan keinginan.

Melalui inovasi digital ini, Iftitah ingin mengubah pola pembelajaran konvensional menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan menyenangkan bagi anak-anak.

“Game ini membantu siswa memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan lewat permainan yang interaktif. Saya berharap melalui media ini, siswa dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran tanpa harus selalu bergantung pada buku cetak dan metode pembelajaran yang lawas,” ujar Iftitah.