Home Advetorial Menjamin Serapan Gula Petani, Wagub Jatim Kunjungi Pabrik Gula Gending

Menjamin Serapan Gula Petani, Wagub Jatim Kunjungi Pabrik Gula Gending

0
20
Menjamin Serapan Gula Petani, Wagub Jatim Kunjungi Pabrik Gula Gending
Menjamin Serapan Gula Petani, Wagub Jatim Kunjungi Pabrik Gula Gending

Probolinggo, JATIMMEDIA.COM –  Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, membuktikan komitmennya terhadap petani tebu dengan mengunjungi Pabrik Gula (PG) Gending milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Kabupaten Probolinggo. Kunjungan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan upaya konkret untuk memastikan gula hasil panen petani dapat diserap pasar secara optimal.

Pada kunjungan tersebut, Emil didampingi oleh Bupati Probolinggo Muhammad Haris, serta Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudy Prasetya, dalam upaya mengawal kebijakan pemerintah terkait industri gula.

Menurut Emil keberpihakan pada petani tebu adalah kunci untuk mencapai swasembada gula dan meskipun produksi gula nasional cukup tinggi, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan gula hasil panen petani dapat terserap dengan baik oleh pasar.

“Dari total sekitar 400 ribu ton gula di Indonesia, sekitar 100 ribu ton di antaranya masih milik petani tebu rakyat,” ujar Emil, Rabu (10/09). “Mereka sangat berharap produknya terserap pasar karena gula diproses dengan sistem bagi biaya produksi.”

Emil mengapresiasi PT SGN yang tidak hanya fokus pada perusahaan, tetapi juga memastikan gula petani terbeli.” Langkah ini diharapkan dapat memicu semangat bersama sekaligus diiringi dukungan penegakan hukum terhadap peredaran gula rafinasi ilegal yang merugikan petani dan mengganggu stabilitas pasar,”ungkapnya.

Wagub juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dari pemerintah pusat, daerah, hingga BUMN, untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan gula di pasaran. Hal ini, menurut Emil, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan tercapainya swasembada gula pada tahun 2026.

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menyampaikan komitmen perusahaannya untuk menjaga keberlangsungan industri gula nasional dan menyejahterakan petani. “Saat ini petani sudah antusias berkat dukungan Pemprov dan Kementan, namun masih ada kendala serapan gula,” ujanr Mahmudi.

BACA JUGA  DPRD Surabaya Desak Pemkot Sediakan Lahan Pemakaman Baru

Ia menambahkan bahwa pemerintah melalui Danantara telah membeli gula petani senilai Rp1,5 triliun, namun masih ada sekitar 100 ribu ton yang belum terserap. “Kami berharap langkah ini memperkuat upaya menertibkan peredaran gula rafinasi agar sesuai aturan, sehingga swasembada gula bisa tercapai pada 2026 sesuai arahan Presiden,” ungkap Mahmudi

Saat ini PG Gending dan unit pabrik gula lain di bawah naungan SGN terus berupaya meningkatkan efisiensi produksi, termasuk dengan perbaikan teknologi giling, optimalisasi rendemen, serta kerja sama strategis dengan petani tebu rakyat.

Bupati Probolinggo, Muhammad Haris, turut menyampaikan dukungannya terhadap langkah SGN dan Pemprov Jatim. “Sektor perkebunan tebu merupakan salah satu penopang perekonomian masyarakat Probolinggo. Kami berharap sinergi antara pemerintah, SGN, dan petani terus diperkuat agar kesejahteraan mereka meningkat.  Dengan serapan gula yang terjamin, petani akan semakin bersemangat untuk meningkatkan produksi,” tutur Haris.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak didampingi oleh Bupati Probolinggo Muhammad Haris, serta Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudy Prasetya mengunjungi Pabrik Gula (PG) Gending milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Kabupaten Probolinggo
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak didampingi oleh Bupati Probolinggo Muhammad Haris, serta Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudy Prasetya mengunjungi Pabrik Gula (PG) Gending milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Kabupaten Probolinggo

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN, dan petani tebu rakyat. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan persoalan serapan gula dapat segera teratasi, sehingga target swasembada gula pada 2026 dapat tercapai.

PT SGN, sebagai BUMN yang berperan besar dalam industri gula nasional, berkomitmen untuk terus mengawal distribusi gula hasil petani agar terserap maksimal sekaligus menegaskan dukungannya terhadap langkah penegakan hukum atas peredaran ilegal gula rafinasi.(JM02)