Surabaya, JATIMMEDIA.COM — Di tengah hiruk-pikuk kota yang kian dinamis, sebuah ruang refleksi baru saja dibuka untuk publik. Sejak Jumat (23/01), ARTSPACE Artotel TS Suites Surabaya bertransformasi menjadi wadah pertemuan antara memori dan imajinasi melalui pameran seni rupa bertajuk “Hidden Potion”.
Pameran ini bukan sekadar pajangan dinding, melainkan sebuah koleksi dari 26 karya yang lahir dari tangan lima seniman: Ahmad Fahrizal Irsadi, Septian Adi Perdana, Putri Setyowati, Yotandh, dan Izzar Fakhruddin. Nama “Hidden Potion” sendiri seolah mengisyaratkan adanya “ramuan rahasia” di balik setiap proses kreatif—sebuah kombinasi antara pengalaman hidup, pengamatan lingkungan, dan isu personal yang diracik menjadi bahasa visual.

Apa yang membuat pameran ini menarik adalah kedekatannya dengan budaya visual masa kini. Rahma Tussofiyah, sang penulis pameran, melihat karya-karya ini sebagai jembatan komunikasi antara seniman dan pengunjung. Di sini, seni tidak hadir dalam jarak yang kaku; ia menggunakan elemen humor, figuratif, serta referensi kontemporer yang akrab dengan keseharian kita.
Para seniman yang terlibat membawa pendekatan yang sangat beragam. Ada yang mengeksplorasi hubungan antarmanusia yang rumit, ada pula yang mencoba membekukan memori lama ke dalam medium fisik. Keberagaman teknik dan gaya yang ditampilkan memberikan dinamika tersendiri bagi siapa pun yang melintasi lantai UG gedung yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk ini.
Teddy Patrick, General Manager ARTOTEL TS Suites Surabaya, menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk komitmen untuk memperkaya ekosistem kreatif di Surabaya. Ia berharap pameran ini menjadi titik temu di mana publik tidak hanya sekadar melihat objek visual, tetapi juga terlibat dalam dialog batin.
Bagi Anda yang mencari perspektif baru di awal tahun ini, “Hidden Potion” akan tetap terbuka untuk dikunjungi hingga 26 April 2026. Di sela-sela kesibukan kota, pameran ini menawarkan jeda untuk berhenti sejenak, meresapi setiap goresan, dan mungkin menemukan refleksi diri dalam “ramuan” imajinasi yang disuguhkan. (JM02)















