
Halim Iskandar menekankan peran penting bahasa yang berpengaruh terhadap pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa. Bahasa memiliki fungsi integratif, yang menyatukan. Itu merupakan ‘senjata’ pembangunan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari good planning dan good implementation. Namun, elemen lingkungan budaya juga menjadi variabel penting pembangunan. Sebagai produk budaya, bahasa menjadi salah satu faktor keberhasilan implementasi kebijakan dan pembangunan.
Di luar itu, pada sesi konferensi pers, Halim Iskandar menyampaikan terima kasih atas apresiasi UNESA dalam bentuk gelar kehormatan atas perjalanan dan perannya sejak santri hingga menjadi menteri.
BACA JUGA : Pemkot bakal Ubah Tulisan Balai Kota Surabaya dan Kantor Linnya dengan…
Apa yang dia lakukan itu dinaikkan ke tahap kajian akademik secara etnopragmakritis dan diteorikan sehingga menjadi bahan kajian dan paradigma baru dalam pembangunan, khususnya pembangunan masyarakat desa.
“Peran bahasa sebagai produk budaya kita ini merupakan khazanah, kekayaan dan kebinekaan kita. Ini tidak akan tergerus apalagi tereliminasi jika menggunakan pendekatan diskursus yang sesuai kondisi masyarakat tiap daerah,” ucapnya.
Penyematan gelar kehormatan ini disaksikan langsung jajaran Kementerian Ketenagakerjaan, wakil MPR-RI, DPR-RI, pimpinan daerah, jajaran wakil rektor, dekan, dan sivitas selingkung UNESA. (JM01)














