Minyak Goreng Langka dan Mahal, Pemprov Jatim Guyur 2,7 Juta Liter

0
8
Minyak Goreng Langka dan Mahal, Pemprov Jatim Guyur 2,7 Juta Liter
Minyak Goreng Langka dan Mahal, Pemprov Jatim Guyur 2,7 Juta Liter

Probolinggo, JATIMMEDIA.COM – Persoalan ketersediaan dan kestabilan harga minyak goreng (migor) terus mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bakan selama tiga hari berturut-turut (4–6 Maret), Pemprov Jatim mengguyur sebanyak 2,7 juta liter migor, baik curah dan premium ke pasar-pasar tradisional.

Dengan dibukanya akses harga yang lebih terjangkau bagi para pedagang pasar tradisional, diharapkan dapat memenuhi ketersediaan dan keterjangkauan masyarakat akan kebutuhan minyak goreng.

“Masih akan didistribusikan kembali sebanyak 1.042 ton migor atau sejumlah 1.146.200 liter. Sehingga total kurang lebih 3,8 juta liter minyak yang didistribusikan ke 38 kabupaten/kota di Jawa Timur,” ungkap Khofifah di Probolinggo, Minggu (6/3/2022).

Sisanya, lanjut Khofifah, secara berkelanjutan akan didistribusikan ke setiap daerah sesuai kebutuhan. Begitu pula dengan rencana kedatangan migor minggu ini secepatnya akan kami distribusikan.

“Ini perlu dilakukan mengingat titiknya memang banyak dan harus disupport sesuai dengan jumlah penduduk di masing-masing kabupaten maupun kota di Jatim,” tambahnya.

Baca juga : Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Segera Lapor SPT Tahunan

Khofifah menjelaskan, pendistribusian migor dilakukan dengan tidak langsung menyasar para konsumen. Cara ini bertujuan turut membantu para pedagang pasar tradisional yang juga mengalami kesulitan mencari pasokan migor dengan harga wajar.

“Dengan melakukan penyaluran kepada para pedagang maka akan memberikan dampak keberlanjutan yang lebih luas. Pedagang akan memperoleh pasokan migor yang terjangkau sehingga dapat menjalankan usahanya, konsumen juga dapat membeli produk dengan harga yang wajar,” tambah Khofifah.

Selama ini, lanjutnya, Pemprov Jatim terus berupaya mengurai kendala-kendala distribusi minyak goreng yang menghambat pasokan minyak goreng untuk sampai ke konsumen di semua kabupaten/kota di Jatim. Berbagai strategi juga dilakukan agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh minyak goreng dengan harga murah, termasuk dengan rutin menggelar operasi pasar.

Baca juga : Rakor Migor Sumut, Mendag Minta Tindak Tegas Pelaku Penimbunan

Apalagi hasil inspeksi yang dilakukannya dilapangan, tidak ada pabrik minyak goreng yang mengurangi kapasitas produksi bulanannya. Kebutuhan per bulan Jatim sendiri berada di angka 59.000 ton, sedangkan total produksi per bulan mencapai 63.000 ton.

“Ini bagian dari komitmen Pemprov Jatim untuk memastikan ketersediaan migor yang terjangkau bagi masyarakat. Karena hitung-hitungan matematikanya Jatim surplus, tapi di lapangan, minyak goreng langka dan harganya tidak stabil,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Khofifah juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying. Menurutnya, justru sikap tersebut yang mendorong kelangkaan minyak goreng di pasaran.

Baca juga : Perkuat Ekonomi Pedesaan, Pemprov Jatim Gelar Kampoeng Kreasi

“Jadi tidak perlu melakukan pembelian berlebih dengan cara mengajak anak, suami atau istri, dan saudara untuk membeli minyak goreng dengan jumlah tidak wajar. Beli sewajarnya saja sesuai kebutuhan,” pungkasnya. (JM01)