
“Tidak perlu khawatir, tapi harus tetap waspada dan hati-hati. Aparat Polri dan TNI juga telah melakukan sterilisasi dan penjagaan ketat sehingga jemaat yang beribadah bisa khidmad dan tenang. Sekaligus kami juga menyampaikan terimakasih kepada Pak Kapolda dan Pak Pangdam beserta jajarannya yang telah memaksimalkan pengamanan dan penjagaan di gereja-gereja,” urainya.
Khofifah juga mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk saling menjaga toleransi antar umat beragama, memperkuat persaudaraan antar sesama, serta menjaga persatuan dan kesatuan. Meskipun ia meyakini bahwa selama ini masyarakat Jatim terbukti bisa menjaga harmonisasi dan kerukunan tersebut dengan baik.
Tidak hanya itu, agar aksi terorisme tidak terjadi kembali, Khofifah pun berpesan kepada seluruh masyarakat agar proaktif mengawasi lingkungannya masing-masing. Mengingat, keamanan bukan hanya tugas aparat keamanan melainkan juga seluruh elemen masyarakat.
Baca juga : Pemprov Jatim Terima Penghargaan BKN Award 2020 untuk Dua Kategori
“Semoga seluruh kekerabatan, harmoni dan persaudaraan diantara kita satu dengan yang lain bisa terjalin dengan baik dan berseiring. Saya yakin masyarakat Jatim bisa menjaga harmonisasi ini dengan baik. Harmonisasi yang tercipta di Jatim ini menjadi penguatan dan penghormatan terhadap seluruh proses ibadah dalam rangka menyambut Paskah tahun ini,” terangnya.
Khofifah menambahkan, meskipun perayaan paskah tahun ini berbeda, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, namun kondisi ini tidak mengurangi kekhidmatan dalam beribadah. Apalagi, sebagian besar gereja telah menyediakan fasilitas misa secara virtual yakni lewat live streaming. Disamping itu, jemaah yang hadir pun juga sangat dibatasi.
Halaman selanjutnya: Tentunya kami berharap…














