Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia FKM Unair Gelar Hasil Penelitian

0
8
Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia FKM Unair Gelar Hasil Penelitian “Commit to Quit”
Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia FKM Unair Gelar Hasil Penelitian “Commit to Quit”

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Rokok merupakan bahaya yang mengancam anak, remaja dan wanita Indonesia. Konsumsi rokok merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya berbagai penyakit tidak menular seperti penyakit jantung koroner, stroke, kanker, penyakit paru kronik dan diabetes melitus yang merupakan penyebab kematian utama di dunia, termasuk Indonesia.

Saat ini, lebih dari 60 juta penduduk Indonesia adalah perokok aktif. Jumlah ini terus bertambah dari tahun ke tahun dan menempatkan Indonesia ke peringkat ketiga dengan jumlah perokok aktif tertinggi di dunia.

Sebanyak 62 juta perempuan dan 30 juta laki- laki Indonesia menjadi perokok pasif, dan yang paling menyedihkan adalah anak-anak usia 0-4 tahun yang terpapar asap rokok berjumlah 11, 4 juta anak. Meskipun bahaya dari merokok sudah sangat jelas namun prevalensi perokok di Indonesia terus meningkat.

Penetapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan upaya dari pemerintah untuk melindungi masyarakat dari Asap Rokok Orang Lain (AROL) dan untuk menjamin hak setiap orang menghirup udara bersih dan sehat tanpa adanya paparan asap rokok.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mengamanatkan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita Bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Melihat hal ini dan juga dalam memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei 2021, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) menyelenggarakan Workshop dan Diseminasi Penelitian terkait Tobacco Control yang telah di laksanakan selama ini, dengan tema “Commit to Quit”.

Dalam salah satu paparan, disebutkan bahwa populasi merokok meningkat setiap tahunnya di dunia. Data menunjukkan 20%  populasi di dunia merokok yang meliputi 942 juta laki-laki dan 175 juta perempuan pada usia lebih dari 15 tahun keatas.

Baca juga : Wagub Emil Paparkan Beragam Langkah Penanganan Naiknya Kasus Covid-19 di Bangkalan

Global Youth Tobacco Survey (GYTS) menyatakan bahwa 36.2% anak laki-laki dan 4.3%  anak perempuan mengkonsumsi rokok di Indonesia. Merokok menjadi penyebab utama kematian pada penyakit jantung koroner, stroke,  kanker trachea, bronkus, dan paru-paru serta Penyakit Paru Obstruktif Kronik, serta penyakit lainnya

Halaman selanjutnya: Adiksi kecancuan nikotin