Home Ekonomi Bisnis Perkuat Sinergi dan Transformasi, Bank Jatim Gelar Rapat Kerja Tahunan KUB 2026...

Perkuat Sinergi dan Transformasi, Bank Jatim Gelar Rapat Kerja Tahunan KUB 2026 di Jakarta

0
8
Perkuat Sinergi dan Transformasi, Bank Jatim Gelar Rapat Kerja Tahunan KUB 2026 di Jakarta
Perkuat Sinergi dan Transformasi, Bank Jatim Gelar Rapat Kerja Tahunan KUB 2026 di Jakarta

”Skema KUB antara Bank Jatim dan seluruh anggota tidak hanya penting dalam memperkuat struktur permodalan bank daerah, tetapi juga membuka ruang transformasi kelembagaan dan peningkatan daya saing BPD di era digital. Sehingga kami optimis sinergi yang terjalin melalui KUB akan mampu memperluas akses layanan keuangan, memperkuat daya tahan industri perbankan daerah, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi,” urai Winardi optimis.

“Keberhasilan penyelenggaraan Rapat Kerja Tahunan 2026 bersama KUB ini sekaligus menjadi bukti komitmen Bank Jatim dalam menjaga konsistensi transformasi bisnis dan memperkuat langkah menuju visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia,” tegasnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memberikan apresiasi tinggi atas performa solid Bank Jatim sepanjang Tahun Buku 2025. Salah satu yang paling menonjol adalah lompatan digital lewat aplikasi JConnect yang kini merangkul lebih dari 993 ribu pengguna, mencetak nilai transaksi Rp65,77 triliun, serta lonjakan transaksi QRIS sebesar 60,76 persen secara year on year (YoY).

Emil berharap KUB Bank Jatim tidak sekadar menjadi formalitas pemenuhan regulasi, melainkan wadah Strategic Alliance untuk pertumbuhan bersama (Shared Growth).

“Saya yakin KUB Bank Jatim dapat menjadi role model nasional, menghadirkan kolaborasi yang sehat dan produktif, memperkuat konektivitas ekonomi Indonesia Timur, serta memberikan multiplier effect bagi pembangunan daerah,” tutur Emil.

Di tengah ancaman disrupsi teknologi, persaingan dengan fintech, hingga risiko siber, Emil mengingatkan bahwa Bank Pembangunan Daerah (BPD) tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri.

“Rapat Kerja Bersama ini momentum penting yang menghadirkan OJK, BPD maupun masing masing Pemprov yang menjadi bagian KUB untuk membangun kolaborasi dan sinergi menggerakkan daya saing daerah secara bersama sama,” jelasnya.

BACA JUGA  Dorong Literasi Keuangan, SRO Beri Penghargaan pada UNESA

Sinyal positif juga datang dari regulator. Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah dan Perbankan Daerah OJK, Defri Andri, menyebutkan bahwa ketahanan BPD di Indonesia sebenarnya sangat kokoh di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Hal ini terlihat dari tingkat permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BPD yang menyentuh angka 26,19%—berada di atas rata-rata industri perbankan nasional sebesar 25,09%. Kehadiran KUB dipercaya akan membuat fondasi ini semakin kokoh, di mana bank yang sudah mapan dapat menyokong bank yang sedang berkembang.

“Sinergi bisnis yang dibangun di dalam KUB diharapkan tidak hanya terbatas pada aktivitas perbankan. Namun juga mendorong sinergi ekonomi antar daerah,” pungkas Defri. (JM02)