Home Ekonomi Bisnis Saham Melonjak 214 Persen Hingga Disuspensi BEI, Manajemen MSIE Ungkap Pemicu dan...

Saham Melonjak 214 Persen Hingga Disuspensi BEI, Manajemen MSIE Ungkap Pemicu dan Pastikan Operasional Tetap Stabil

0
19
Direktur Utama PT Multisarana Intan Eduka Tbk, Tanu Widjaja dalam Public Expose Insidentil secara daring, Selasa (19/05). Saham Melonjak 214 Persen Hingga Disuspensi BEI, Manajemen MSIE Ungkap Pemicu dan Pastikan Operasional Tetap Stabil
Direktur Utama PT Multisarana Intan Eduka Tbk, Tanu Widjaja dalam Public Expose Insidentil secara daring, Selasa (19/05). Saham Melonjak 214 Persen Hingga Disuspensi BEI, Manajemen MSIE Ungkap Pemicu dan Pastikan Operasional Tetap Stabil

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE), emiten penyedia properti berkualitas tinggi untuk sektor pendidikan, menggelar Public Expose Insidentil secara daring pada Selasa (19/05).

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk kepatuhan dan keterbukaan informasi menyusul lonjakan tajam harga saham Perseroan serta keputusan suspensi (cooling down) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 5 Mei 2026 lalu.

Berdasarkan data pasar modal, saham MSIE mencatatkan kenaikan luar biasa hingga sekitar 214,89% dalam periode 13 April hingga 12 Mei 2026.

Direktur Utama PT Multisarana Intan Eduka Tbk, Tanu Widjaja, mengaku cukup terkejut dengan pergerakan saham perusahaan yang sangat agresif di pasar. Meski demikian, ia menegaskan bahwa meroketnya harga saham tersebut murni karena mekanisme pasar, bukan karena adanya aksi korporasi.

“Kami cukup amazed dengan pergerakan saham MSIE yang bergerak sangat drastis hingga di atas 200 persen. Kami menegaskan tidak melakukan aksi korporasi apa pun, karena pergerakan ini sepenuhnya berjalan sesuai dengan dinamika pasar yang ada,” ujar Tanu Widjaja saat memberikan keterangan.

Tanu menilai, daya tarik MSIE di mata investor terletak pada fundamental perusahaan yang solid serta laporan keuangan yang tidak bergejolak. Sentimen positif inilah yang diduga memicu aksi beli masif di lantai bursa.

“Kami meyakini laporan keuangan MSIE yang stabil dan konsisten menjadi daya tarik utama bagi para investor. Kondisi global keuangan kami yang sehat membuat pasar melirik saham MSIE, dan aktivitas perdagangan ini pada akhirnya memberikan keuntungan, baik bagi perseroan maupun para pemegang saham,” tambahnya.

Di tengah situasi geopolitik dunia yang dinamis, manajemen MSIE memprediksi pendapatan perusahaan hingga akhir tahun 2026 akan tetap terjaga di zona aman. Hal ini didorong oleh model bisnis perseroan yang mengandalkan kontrak sewa infrastruktur sekolah jangka panjang.

BACA JUGA  Huawei Sukses Bukukan Penjualan Meningkat 19,1% di Tahun 2019