
Komisaris Utama & Komisaris Independen MSIE, Agustina Felisia Willeam, menjelaskan bahwa stabilitas ini menjadi keunggulan tersendiri bagi perseroan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
“Prediksi kinerja perusahaan hingga akhir tahun ini terkait pendapatan masih akan sama dengan tahun sebelumnya. Karena MSIE mengikat kontrak jangka panjang dengan pihak yayasan pendidikan, kami memproyeksikan pendapatan akan tetap stabil dibandingkan tahun 2025,” jelas Agustina Felisia.
Agustina juga memastikan bahwa fluktuasi harga saham di bursa sama sekali tidak mengganggu aktivitas bisnis harian perusahaan.
“Menurut kami, fluktuasi harga saham yang terjadi tidak akan memengaruhi kinerja internal perseroan. Manajemen akan tetap menjalankan kegiatan operasional secara normal sesuai dengan tata kelola usaha yang berlaku,” tegasnya.
Meskipun lonjakan saham membawa sentimen positif, manajemen MSIE memilih untuk tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent) dalam mengelola bisnis ke depan. Kewaspadaan terhadap animo pasar dan situasi makroekonomi tetap menjadi prioritas utama.
“Secara operasional, stabilitas MSIE tetap sustainable dan konsisten, tidak terpengaruh besar oleh gejolak saham. Namun, kami harus tetap memiliki tingkat awareness yang tinggi. Kita harus bijak dalam pengelolaan, karena kita tidak bisa memprediksi pergerakan animo pasar serta dampak keadaan geopolitik ke depan,” tutur Tanu Widjaja.
Tanu menegaskan bahwa fokus utama MSIE bukan sekadar mengejar profitabilitas sesaat, melainkan dampak sosial yang berkelanjutan bagi dunia pendidikan Indonesia.
“Jika ke depan ada peluang atau penawaran kerja sama baru, kami akan memperhitungkannya secara matang untuk beberapa tahun ke depan. Bisnis MSIE ini dirancang untuk memberikan keuntungan jangka panjang, tidak hanya bagi internal perusahaan, tetapi juga untuk kemajuan masyarakat pada umumnya,” pungkas Tanu.
Untuk diketahui, PT Multisarana Intan Eduka Tbk bergerak di bidang jasa real estate dan pemyewaan properti, terutama untuk industri pendidikan. Kegiatan utama perusahaan adalah menyewakan dua properti yang berlokasi di Surabaya kepada Yayasan Intan Eduka yang mengelola Sekolah IPH (Intan Permata Hati), dan sekolah swasta bertaraf internasional di Badung, Bali. (JM02)














