Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tukul Pacitan Didampingi Gubernur Khofifah

0
2
Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tukul Pacitan Didampingi Gubernur Khofifah
Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tukul Pacitan Didampingi Gubernur Khofifah

Pacitan, JATIMMEDIA.COM – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo secara konsisten memberikan perhatian terhadap proyek strategis nasional yang dicanangkannya. Salah satunya adalah pembangunan bendungan di seluruh pelosok Indonesia.

Kali ini, Presiden Jokowi, sapaan akrabnya, berkesempatan meresmikan salah satu bendungan yang menjadi proyek strategis nasional di Jawa Timur yaitu Bendungan Tukul, Desa Karanggede, Kec. Arjosari, Kab. Pacitan.

Baca juga : Presiden Jokowi Akan Resmikan Bendungan Tukul di Pacitan

Saat meresmikan Bendungan Tukul pada hari Minggu (14/2/2021), Presiden Jokowi didampingi  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Mensekneg Pratikno,  Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Pacitan Indartato.

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tukul Pacitan Didampingi Gubernur Khofifah
Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tukul Pacitan Didampingi Gubernur Khofifah

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa bedungan Tukul menjadi salah satu dari 65 bendungan yang telah dimulai pembangunannya sejak enam tahun lalu. Beberapa diantaranya sudah diresmikan, yang salah satunya adalah Bendungan Nipah di Jatim.

Bendungan Tukul, ungkap Presiden Jokowi, memiliki peran penting, khususnya  untuk pengendalian banjir, mengairi sawah irigasi dan penyediaan air baku. Dengan kapasitas 300 liter per detik, Bendungan Tukul memiliki kapasitas tampung 8,7 juta meter kubik air.

Baca juga : Terima Donasi 1,6 Milyar, Mensos Risma Tantang Aplikasi Super

“Bendungan Tukul bisa meningkatkan indeks pertanaman dari 1 kali tanam padi dan tanam palawija dalam setahun, menjadi 2 kali tanam padi dan tanam palawija. Dengan kondisi seperti ini Bendungan Tukul menjadi salah satu  infrastruktur penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan air,” jelasnya.

Sementara Gubernur Khofifah meambahkan, Bendungan Tukul akan memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat Pacitan. Salah satunya bisa menjadi sentra  pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Keberadaan bendungan ini akan memberi manfaat bagi lahan pertanian di Pacitan. Setidaknya 600 hektar saluran irigasi bisa teraliri air setiap saat, khususnya di wilayah Kec. Arjosari dan Kec. Pacitan,” ujarnya.

Baca juga : Anak Perusahaan BUMN Bikin Kolaps Perusahaan Swasta Nasional

Khofifah juga mengungkapkan, bendungan Tukul,  juga bisa mensuplai air baku sebesar 300 liter perdetik, yang bisa menjadi salah satu potensi energi.

“Bendungan Tukul juga bisa menjadi tempat wisata dan lahan konservasi. Sehingga bisa turut meningkatkan tarap ekonomi masyarakat,” tambah Khofifah.

Bendungan Tukul sendiri pembangunannya sudah dimulai sejak 2015 sampai 2020m dan menelan biaya APBN murni sebesar Rp 934,8 miliar.

Baca juga : Presiden Jokowi Ingatkan 4 Langkah Pemda untuk Tangani Pandemi dan Dampak…

“Bendungan Tukul menjadi salah satu dari enam bendungan di Jatim yang menjadi proyek strategis nasional yang dicanangkan pemerintah,” imbuhnya.

Keberadaan Bendungan Tukul, lanjut Gubernur Khofifah, tentunya akan mendukung upaya Jatim untuk terus menjadi provinsi yang secara konsisten berkontribusi tinggi di bidang pertanian secara  nasional.

Berdasarkan data BPS pada 2020, produksi padi di Jatim menjadi yang tertinggi di Indonesia. Yakni dengan kontribusi terhadap nasional sebesar 18,17 persen secara nasional.  Produksi gabah kering giling Jatim sebesar 10,02 juta ton atau setara dengan 5,65 juta ton beras.

Baca juga : Polda Jatim Kerahkan 6. 043 Personil untuk Dukung PPKM Mikro

Kemudian, produksi jagung Jatim juga tertinggi di tingkat nasional yaitu sebanyak 6,6 juta ton. Dengan kontribusi terhadap nasional sebanyak 21,8 persen.

“Yang tidak kalah membanggakan adalah disaat nilai tukar petani (NTP) di daerah lain mengalami kontraksi, di Jatim tidak terjadi. NTP Jatim masih  tumbuh sebesar 0,26 persen,” tuturnya. (JM01)