
Di hilir ekonomi, wajah kemandirian Desa Les terlihat jelas pada kesetiaan warga menjaga tradisi pembuatan garam lokal. Menggunakan metode alami yang diwariskan turun-temurun, para petani garam di desa ini mampu menghasilkan dua hingga tiga ton garam dalam sekali panen.
Komoditas ini tidak lagi sekadar konsumsi lokal; lewat sinergi bersama BUMDes Giri Segara dan kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Bali, permintaan garam dari Desa Les kini mencapai satu ton per bulan dengan nilai perputaran ekonomi mencapai Rp25 juta rupiah.
Kemajuan ekonomi tersebut berjalan beriringan dengan kesadaran menjaga alam. Melalui gerakan yang dinamakan Les Grow, warga mulai mendisiplinkan diri memilah sampah sejak dari dapur rumah.
Sampah-sampah organik kemudian dialirkan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk diolah menjadi pupuk kompos berkualitas. Pupuk ini digunakan untuk menyuburkan kebun terpadu desa sekaligus menjadi komoditas bernilai jual. Sementara di wilayah laut, konservasi dan transplantasi terumbu karang terus digalakkan demi menjaga ekosistem pesisir tetap hidup.
Kesinambungan ini pun dipersiapkan untuk jangka panjang lewat ruang kelas. Anak-anak usia sekolah di Desa Les diajak bergabung dalam kelas alam untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris mereka.
Harapannya, generasi muda ini kelak siap menjadi pemandu wisata lokal (local guide) yang percaya diri saat menyambut wisatawan mancanegara. Di sisi lain, ketahanan fisik warga juga dijaga lewat penguatan kader kesehatan yang secara rutin mengawal gizi ibu hamil dan balita guna menekan angka stunting di desa.
Langkah pemberdayaan di Desa Les ini sejalan dengan Astra 2030 Sustainability Aspirations. Sebagai salah satu perusahaan publik terbesar di Indonesia yang menaungi 322 anak perusahaan dan didukung lebih dari 190.000 karyawan, Astra berkomitmen memperkuat ekonomi inklusif melalui program DSA.
Hingga saat ini, program DSA telah membina lebih dari 1.500 desa yang tersebar di 35 provinsi di seluruh Indonesia.
Komitmen ini juga diperkuat melalui ajang apresiasi tahunan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards, yang sejak 2010 telah memberikan penghargaan kepada 792 pemuda inovator yang menjadi penggerak di berbagai lini pembangunan desa.(JM02)














