
Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Semangat kepedulian dan sinergi mewarnai perayaan ganda di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dharma Wanita Persatuan (DWP) ITS, yang merayakan HUT ke-26, berkolaborasi dengan Dies Natalis ITS ke-65, meluncurkan aksi nyata berupa pembagian 7.500 paket nasi sehat bergizi gratis kepada mahasiswa.
Aksi sosial yang berlangsung pada Kamis (4/12) pagi ini menjadi simbol “sentuhan keibuan” dan komitmen terhadap kesejahteraan generasi penerus bangsa yang sedang menempuh studi.
Sejak pukul 08.00 WIB, antrean panjang terlihat di tujuh lokasi strategis kampus, termasuk depan Kantor IKA, Bunderan Robotika, dan Kampus Vokasi. Paket nasi bergizi ini disiapkan sebagai bekal energi tambahan bagi mahasiswa, terutama dalam menghadapi persiapan Ujian Akhir Semester (UAS).
Ketua DWP ITS, Galih Kanestri Dewi Pramujati (Dewi Pramujati), menjelaskan evolusi program ini. Dari tradisi penjualan nasi murah 2.500 perporsi, program ini diubah menjadi nasi gratis, dan tahun ini berhasil mencapai 7.500 porsi. “Tahun ini, target kami 10.000, dan dengan segala sumber daya yang berhasil kami himpun, Alhamdulillah terkumpul 7.500 porsi,” ungkapnya penuh syukur.
Menurut Dewi pencapaian ini berkat dukungan kolektif dari berbagai pihak.”Ini adalah gabungan dari iuran dan kontribusi anggota DWP ITS, kolaborasi dengan Dies Natalis ke-65, dukungan dari perbankan seperti BNI, BSI, Mandiri, dan BPN, kontribusi Ikatan Alumni (IKA) ITS, Ikatan Orang Tua Mahasiswa (Iqtomah), serta puluhan vendor kuliner internal,” jelas Dewi.

Bagi DWP ITS, kegiatan ini berakar sebagai tradisi tahunan yang penuh makna. “Intinya adalah kebermanfaatan. Core bisnis ITS adalah pendidikan, dan mahasiswa adalah jantungnya. Kami ingin berkontribusi langsung untuk mereka,” tegas Dewi Pramujati.
Program ini selaras dengan visi Dies Natalis ke-65 yang ingin memberikan dampak positif yang luas dan nyata. Prof. Dr. Umi Laili Yuhana, S.Kom., M.Sc., Ketua Dies Natalis ITS ke-65, menyambut baik kolaborasi ini, menyebutnya sebagai “wujud kepedulian yang riil, yang langsung menyentuh kebutuhan dasar mahasiswa.”
Kegiatan ini juga menjadi ajang pengakuan terhadap peran multidimensi anggota DWP. Bambang Pramujati (Rektor ITS) memuji kemampuan manajerial dan empati para ibu ini. “Mereka bisa menggerakkan kegiatan yang melibatkan banyak pihak dengan efektif. Kuncinya adalah kolaborasi dan kemampuan membagi waktu,” ujarnya.
Wachid Wahyudi dari IKA ITS menyoroti peningkatan peran perempuan di kampus, di mana komposisi mahasiswi kini mencapai sekitar 40%, menandakan “tanda kebangkitan perempuan.”
Pembagian 7.500 nasi gratis ini bukan hanya pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi pengingat akan dukungan dan nilai humanis dalam keluarga besar ITS, sejalan dengan inovasi dan teknologi yang menjadi trademark kampus. (JM02)














