Home Ekonomi Bisnis Tahun Ini Harga Hunian di Australia akan Naik Sebesar 17%. Ini Alasannya

Tahun Ini Harga Hunian di Australia akan Naik Sebesar 17%. Ini Alasannya

0
63
Tahun Ini Harga Hunian di Australia akan Naik Sebesar 17%. Ini Alasannya
Tahun Ini Harga Hunian di Australia akan Naik Sebesar 17%. Ini Alasannya

Tyas juga menambahkan, dengan beberapa kebijakan dari pemerintah Australia salah satunya melalui RBA yang kembali memotong tingkat suku bunga perbankan sehingga menciptakan rekor suku bunga terendah dalam sejarah, juga mendorong proses perbaikan ekonomi Australia.

“Dengan begitu, banyak yang percaya bahwa proses perbaikan ekonomi dapat berjalan lebih cepat dari perkiraan awal,” tambah wanita yang lahir di London dan mendapatkan gelar sarjananya dari University of Sydney.

Baca juga : Bank Jatim Raih Dua Penghargaan pada TOP CSR Awards 2021

Dua hal itulah, lanjut Tyas, yang awalnya mendorong tingkat keyakinan di pasar sehingga banyak dari para investor yang telah kembali. Ditambah juga dengan tingkat permintaan yang kembali tinggi pasca pandemi setelah melandai selama tahun 2020. Begitu juga dengan pasar propertinya yang sangat diminati oleh investor di Kawasan Asia Pasifik.

“Perlu dipahami bahwa Australia merupakan salah satu negara yang dikenal memiliki fundamental ekonomi yang sangat kuat serta stabilitas politik yang cukup stabil di Dunia,” lanjut Tyas.

Sementara Reserve Bank of Australia, lanjutnya, memproyeksikan pertumbuhan PDB sekitar 5% selama tahun 2021, sedang Deloitte Access Economics memproyeksikan pertumbuhan PDB tahun 2021 sebesar 4,4%, berdasarkan asumsi bahwa pembatasan domestik secara bertahap berkurang saat vaksin diluncurkan, dan perbatasan internasional dibuka kembali secara bertahap.

Baca juga : Safe n Lock HIPS Lakukan Sosialisasi pada Nasabah BSI

“Dengan kondisi ini, saya kira wajar apabila proses perbaikan ekonomi diyakini bisa lebih cepat dari perkiraan. Dan saya pikir, ini adalah waktu yang tepat bagi para investor luar negeri termasuk dari Indonesia untuk kembali masuk, mengingat fenomena krisis tidak selalu membawa keburukan, namun juga peluang untuk bergerak lebih maju dan bertumbuh lebih tinggi,” pungkas Tyas. (JM01)

BACA JUGA  OJK Luncurkan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2021-2025