Surabaya, JATIMMEDIA.COM — Sinergi antar Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia kembali menunjukkan taji positifnya. Guna menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif, efisien dan berdaya saing, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi merangkul PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dalam kerja sama Layanan Jasa Remitansi Kemitraan.
Kesepakatan strategis tersebut diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, pada Rabu (22/7/2026). Prosesi penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Menengah, Korporasi & Kelembagaan Bank Jatim, Arif Suhirman, bersama Direktur Dana & Treasury Bank NTT, Heru Helbianto.
Arif menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Bank Jatim dalam mengembangkan layanan transaksi internasional berbasis digital sekaligus memperkuat sinergi di antara Bank Pembangunan Daerah.
”Kolaborasi merupakan salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan industri perbankan yang lebih kuat dan kompetitif. Melalui kerja sama ini, Bank Jatim tidak hanya memperluas cakupan layanan remitansi, tetapi juga memperkuat peran sebagai mitra strategis bagi BPD lain dalam menghadirkan layanan keuangan yang semakin modern, aman, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ujar Arif
Menurutnya, transformasi digital yang dijalankan Bank Jatim tidak hanya berfokus pada pengembangan layanan internal, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem keuangan yang terintegrasi melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh akses layanan perbankan yang lebih cepat, mudah, dan terpercaya.
Melalui kolaborasi ini, nasabah Bank NTT kini dapat menerima pengiriman uang (remittance) dari luar negeri secara lebih cepat dan aman melalui jaringan Money Transfer Operator (MTO) yang telah bermitra dengan Bank Jatim.
Pada tahap awal, koridor pengiriman uang internasional ini akan melayani transaksi dari Malaysia, Hong Kong, serta beberapa negara mitra Bank Jatim lainnya.
“Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan remitansi, khususnya bagi para pekerja migran Indonesia dan keluarganya. Dengan memanfaatkan jaringan MTO yang dimiliki Bank Jatim, proses penerimaan dana dapat dilakukan secara lebih efektif, aman, dan andal melalui jaringan Bank NTT,” terang Arif.
Selain menghadirkan layanan remitansi, kedua bank juga sepakat untuk melakukan pengembangan sistem teknologi informasi pada masing-masing institusi sekaligus membangun integrasi sistem guna mendukung kelancaran operasional layanan.
Pengembangan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses transaksi berlangsung secara cepat, akurat, dan sesuai dengan standar keamanan perbankan. Dalam implementasinya, Bank Jatim akan menyiapkan jaringan koneksi untuk proses pembayaran kepada penerima dana atas sejumlah uang yang diteruskan kepada Bank NTT.
Sementara itu, Bank NTT juga akan melakukan pengembangan sistem di sisi internal agar layanan penerimaan dana dari luar negeri dapat terintegrasi secara optimal dengan sistem Bank Jatim.
Sinergi antar-BPD ini diharapkan mampu memperluas akses yang memudahkan masyarakat di berbagai pelosok daerah, mendorong inklusi keuangan digital nasional serta memperkuat posisi BPD semakin kompetitif dan siap bersaing di era ekonomi digital.
Melalui kemitraan berkelanjutan ini, Bank Jatim dan Bank NTT optimistis dapat memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat sekaligus memperkokoh peran bank daerah dalam perekonomian Indonesia.(JM02)















