
Tokenisasi untuk pembayaran mobile contactless
Selama satu dekade terakhir, Visa telah memperkuat ekosistem pembayaran dengan menerapkan tokenisasi yang menghilangkan informasi sensitif dari proses pembayaran dengan menggantikan nomor kartu dengan token digital unik dalam transaksi online, perangkat mobile, dan merchant. Teknologi ini memberikan manfaat besar bagi konsumen Indonesia dengan memastikan perlindungan data dan mengurangi risiko penipuan.
Dengan diterapkannya peraturan terbaru untuk melindungi privasi data konsumen di Indonesia, serta perkembangan teknologi yang mengubah cara penelusuran dan pencarian informasi keuangan secara online, Visa melihat pentingnya peran data pembayaran bagi konsumen untuk memberikan pengalaman yang lebih baik.
BACA JUGA : Pasar Modal Targetkan Manfaat Lingkungan dan Ekonomi bagi Masyarakat Malang
“Oleh karena itu, Visa terus berinovasi dalam mengembangkan ekosistem berbagi data yang aman dan transparan, untuk meningkatkan pengalaman pembayaran bagi konsumen dan merchant di seluruh Indonesia,” tambah Vira.
Setiap transaksi mobile contactless yang dilakukan melalui Visa akan memerlukan verifikasi tambahan, seperti biometric facial recognition maupun fingerprint, untuk memastikan keamanan. Bank juga dapat secara otomatis memperbarui informasi kartu, seperti tanggal kedaluwarsa atau kartu pengganti, ke jaringan Visa dan dompet digital tanpa memerlukan tindakan dari nasabah, yang semakin mempermudah proses transaksi.
Dengan kemajuan ini, nasabah dapat dengan mudah melakukan transaksi Tap to Pay di terminal contactless di seluruh dunia, berkat pengembangan ekosistem data yang aman dan transparan yang terus berkembang.
Selain itu, sebagai bagian dari upayanya untuk meningkatkan teknologi, Visa juga telah mengalokasikan sekitar 3 miliar dolar AS (sekitar IDR 48 triliun) untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan data, guna memastikan bahwa transaksi yang dilakukan lebih aman, cerdas, dan efisien. (JM01)













