Home Umum Wagub Emil Dampingi Menko PMK Pantau Ketersediaan Obat dan Tabung Oksigen di...

Wagub Emil Dampingi Menko PMK Pantau Ketersediaan Obat dan Tabung Oksigen di Jatim

0
78
Wagub Emil Dampingi Menko PMK Pantau Ketersediaan Obat dan Tabung Oksigen di Jatim
Wagub Emil Dampingi Menko PMK Pantau Ketersediaan Obat dan Tabung Oksigen di Jatim

Kepada Menko PMK RI Muhadjir Effendy, Wagub Emil menyampaikan soal kondisi ketersediaan dan suplai obat dan oksigen yang ada di Jawa Timur.

“Sudah kita sampaikan dalam kaitan dengan upaya menjaga ketersediaan oksigen obat dan lain sebagainya yang akan beliau koordinasikan dengan kementerian yang ada dibawah koordinasi beliau,” kata Wagub Emil.

Baca juga : Ini 7 Saran TPID Jatim untuk Antisipasi Risiko Inflasi

Sementara terkait Armada angkut untuk tabung oksigen, Emil juga menyampaikan hal yang sama kepada Menko PMK Muhadjir Effendy. Menurut Emil, rencana tersebut tengah dikerjakan sesuai arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

“Truk kami yang atas arahan Ibu Gubernur tinjau kemarin sudah bergeser ke sini, karena truk-truk itu besar sekali di sini. Itu akan dibantu untuk dipindahkan ke truk yang lebih kecil atau Armada yang lebih kecil untuk bisa didistribusikan sesuai dengan kesepakatan dari Satgas Oksigen Jawa Timur,” terangnya.

Emil pun berharap, agar kondisi Covid-19 di Jatim semakin membaik. Artinya terjadi penurunan yang cukup signifikan. Pasalnya, ketika terjadi peningkatan yang eksponensial, maka akan terjadi keterbatasan, baik itu sarana maupun prasarana perawatan.

“Kita harap, kita bisa terus menekan angka Covid-19 hingga turun, memang yang bergejala semakin banyak dan ada keterbatasan yang tidak bisa dihindari,” tuturnya.

Baca juga : KPPU : Akses Masyarakat Jawa Timur Mendapatkan Obat Terapi Covid-19 dan…

Sementara itu, Menko PMK RI Muhadjir Effendy berpesan agar masyarakat tidak melakukan penimbunan, baik itu obat ataupun tabung oksigen. Untuk itu, dirinya meminta, agar masyarakat yang memiliki tabung oksigen dan tidak dipergunakan lagi bisa segera disalurkan untuk membantu warga yang sedang membutuhkan.

“Janganlah memanfaatkan orang yang sedang susah. Ini Indonesia yang sedang susah,” pesannya. (JM01)

BACA JUGA  BPJS Kesehatan Surabaya Kembali Maksimalkan MCS Bagi Peserta JKN