Wagub Emil Tawarkan Dua Solusi Pemanfaatan SRG pada Wamendag

0
13
Wagub Emil Tawarkan Dua Solusi Pemanfaatan SRG pada Wamendag
Wagub Emil Tawarkan Dua Solusi Pemanfaatan SRG pada Wamendag

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menawarkan dua solusi kongkret dalam mengimplementasikan pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG) di Jatim agar bisa berjalan lebih optimal.

Pertama, yakni memanfaatkan potensi Puspa Agro sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk bisa membantu gudang-gudang yang belum optimal. Kedua, bersinergi dengan pengelola resi gudang yang sudah menjalankan SRG secara optimal.

Hal tersebut ia sampaikan saat bertemu dengan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Jerry Sambuaga di Surabaya, Rabu (9/6/2021) malam.

Pengelola-pengelola SRG tersebut, sambung Emil, sudah bertemu Wamendag untuk membantu SRG di Jatim yang belum optimal. Artinya, para pengelola diajak urun rembug untuk melihat apakah komoditas serta lokasinya bisa dimanfaatkan atau tidak untuk SRG.

“Nantinya, kedua solusi ini akan kami perdalam kembali agar SRG di Jatim berjalan optimal,” jelasnya.

Baca juga : TECNO Mobile Luncurkan Produk Terbaru Spark 7 

Masih menurut Emil, kurangnya implementasi pemanfaatan SRG karena berdasarkan hasil evaluasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan. Menurut Bappebti, saat ini lebih banyak SRG yang tidak beroperasi secara optimal dari pada yang beroperasi optimal.

Oleh karena itu, lanjut Wagub Emil, evaluasi Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Sebab, tujuan dibangunnya SRG untuk mensejahterakan petani.

“Skema resi gudang punya potensi dan solusi bagi petani, utamanya saat harga tidak bersahabat,” ujarnya.

Sementara berdasarkan data Bappebti, saat ini Kemendag telah membangun 123 gudang SRG yang tersebar di 105 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 gudang berada di Jatim yang tersebar di 17 kabupaten. Dari 23 gudang itu, ada 15 gudang telah beroperasi dengan menerbitkan sebanyak 364 resi gudang senilai Rp 96,61 miliar dan telah mendapatkan pembiayaan dari bank atau lembaga non bank senilai Rp 56 miliar.

Baca juga : Yupi Gummy akan Gelar Grand Final Yupi’s Got Talent 2021

Sementara itu, Wamendag Jerry Sambuaga menuturkan, ada beberapa faktor kurangnya optimalisasi Sistem Resi Gudang di Jatim. Tantangan tersebut meliputi, pengelolaan, manajemen, kondisi gudang dan hal yang menjadi atensi lainnya seperti sosialisai dari pemerintah pusat maupun daerah kepada para petani terkait SRG.

“Karena mungkin masih ada masyarakat yang belum mengetahui konsep SRG ini. Bahkan mungkin ada yang sudah tahu tapi belum bisa memaksimalkan hal tersebut,” tuturnya.

Disampaikan Jerry, Sistem Resi Gudang adalah sebuah konsep yang mana izinnya dikeluarkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Gudang-gudang di daerah yang dibangun Kemendag RI dimaksudkan agar para petani dapat menyimpan komoditas mereka. Dengan begitu, petani tidak menjual komoditinya ketika harga sedang turun (tunda jual). Jika harga turun, otomatis petani mengalami kerugian. Kalau petani rugi sebagian masyarakat turut merasakan dampaknya.

Baca juga : SI-ASIN, aplikasi penunjuk sebaran vaksin Covid-19 Karya Mahasiswa ITS

“Petani salah satu ujung tombak untuk meningkatkan aktivitas perdagangan khususnya komoditas. Oleh karena itu, kita hadir memberikan solusi dengan cara menyimpan komoditi para petani di gudang,” ucapnya. (JM01)