
Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Suasana haru sekaligus membanggakan mewarnai prosesi Wisuda ke-118 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang digelar di Graha Unesa pada Rabu (11/02). Di tengah ribuan lulusan, terselip kisah inspiratif tentang kegigihan menuntut ilmu serta inovasi kampus dalam menjaring talenta kreatif masa depan.
Pusat perhatian undangan tertuju pada sosok ibu dan anak yang berhasil meraih gelar sarjana dan magister secara bersamaan. Pasangan inspiratif ini adalah Sri Wahyuningsih, seorang guru di SMPN 1 Kasiman Bojonegoro, dan putrinya, Sahda Atthiyah Tsaqif Qonita.
Meskipun berasal dari generasi berbeda, keduanya membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia. Sri Wahyuningsih resmi menyandang gelar Magister Manajemen Pendidikan dengan IPK nyaris sempurna, yakni 3,97.
Menariknya, ia menyelesaikan studi S2 melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) hanya dalam waktu satu tahun di tengah kesibukannya sebagai Wakil Kepala Sekolah.
Di sisi lain, sang putri, Sahda Atthiyah, juga merayakan kelulusannya dari program S1 Ilmu Hukum. Sahda merupakan mahasiswa berprestasi yang lulus lebih cepat dengan bantuan beasiswa penuh. Selama masa kuliah, Sahda bahkan berperan sebagai “mentor” teknologi bagi ibunya.
“Saya ajarkan mama menggunakan aplikasi untuk mencari jurnal secara instan. Saya senang bisa berprestasi bareng mama,” ujar Sahda dengan bangga.
Selain kisah keluarga tersebut, Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. (Cak Hasan), dalam sambutannya menekankan pentingnya adaptasi teknologi di era kecerdasan buatan (AI). Oleh karena itu, lulusan Unesa dipersiapkan agar tidak gagap dalam menghadapi ketidakpastian global.
Sebagai bentuk inovasi layanan, Unesa kini menerapkan kebijakan pemberian ijazah secara langsung sesaat setelah prosesi wisuda berakhir. Langkah ini diambil agar para lulusan bisa segera melangkah ke jenjang karier atau studi lanjut tanpa kendala administrasi.
Tidak hanya memberikan apresiasi bagi para lulusan, di sela prosesi wisuda tersebut, Cak Hasan juga membawa kabar gembira bagi calon mahasiswa baru. Unesa resmi membuka peluang kuliah gratis sampai lulus melalui jalur Golden Ticket bagi para penggiat media sosial, mulai dari YouTuber, TikToker, hingga Instagrammer.
“Ada golden ticket bagi para penggiat media sosial melalui jalur konten kreator. Ini adalah bentuk apresiasi dan wadah bagi generasi kreatif,” tegas Cak Hasan.

Namun penilaian utama jalur ini bukan terletak pada popularitas semata. Direktur Humas, Informasi Publik, dan Protokoler Unesa, Vinda Maya Setianingrum, menjelaskan bahwa tim seleksi akan melakukan kurasi mendalam.
“Jumlah follower tidak harus satu juta atau dua juta, asalkan konten-kontennya mengandung nilai edukasi,” jelas Vinda.
Terdapat beberapa poin penting yang harus diperhatikan:
- Pilihan Utama: Calon mahasiswa wajib menempatkan Unesa sebagai pilihan pertama pada seleksi SNBP.
- Jadwal: Pendaftaran jalur prestasi ini sudah dibuka sejak 3 Januari 2026.
- Jalur Mandiri: Selain SNBP, Unesa juga menyediakan kuota golden ticket melalui jalur mandiri.
Dengan demikian, momentum wisuda ke-118 ini menjadi simbol bahwa Unesa terus bertransformasi—baik dalam mencetak lulusan yang tangguh teknologi maupun dalam merangkul talenta muda kreatif demi kemajuan pendidikan nasional.(JM02)














