Home Umum Wisuda ke-123 UNESA: Rektor Tegaskan Kampus Bukan Garis Finish, Tapi Titik Start...

Wisuda ke-123 UNESA: Rektor Tegaskan Kampus Bukan Garis Finish, Tapi Titik Start Laboratorium Kehidupan

0
9
Wisuda ke-123 UNESA: Rektor Tegaskan Kampus Bukan Garis Finish, Tapi Titik Start Laboratorium Kehidupan
Wisuda ke-123 UNESA: Rektor Tegaskan Kampus Bukan Garis Finish, Tapi Titik Start Laboratorium Kehidupan

Surabaya, JATIMMEDIA.COM — Suasana khidmat dan membanggakan menyelimuti Graha UNESA pada Selasa (27/10/2026). Universitas Negeri Surabaya (UNESA) resmi mengukuhkan 1.511 lulusan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-123. Mengusung tema “Wisudawan UNESA Progresif, Inovatif, dan Kontributif untuk Indonesia Emas 2045”, momentum ini menandai lahirnya sumber daya manusia unggul yang siap merespons perubahan global sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., atau yang akrab disapa Cak Hasan, mengingatkan para wisudawan bahwa lembar ijazah bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan garis start awal untuk memasuki “laboratorium kehidupan” yang sesungguhnya.

Dalam pidatonya, Cak Hasan memaparkan empat pilar utama yang harus dipegang teguh oleh para alumni untuk menghadapi masa depan dunia yang bergerak secara eksponensial:

  1. Progresif: Memiliki pola pikir maju, adaptif terhadap teknologi, dan berani keluar dari zona nyaman.
  2. Inovatif: Menjadi modal utama alumni kampus “Satu Langkah di Depan” dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.
  3. Kontributif: Sebab nilai tertinggi manusia terletak pada kebermanfaatannya bagi sesama, baik di bidang pendidikan, sains, hukum, ekonomi, hingga pemerintahan.
  4. Adaptif dan Berintegritas Tinggi: Menjaga karakter kuat di tengah dinamika zaman.

“Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh sumber daya alam, melainkan oleh apa yang ada dalam kepala dan dada kalian hari ini, yaitu SDM yang unggul,” tegas Cak Hasan di hadapan ribuan wisudawan.

Acara wisuda ini turut menghadirkan Komisaris PT Pelindo Terminal Petikemas, Yoke Candra Katon, yang menyampaikan orasi ilmiah bertajuk From Connection to Collaboration, From Reputation to Impact. Ia menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan pemerintah untuk memperluas jangkauan kepemimpinan keilmuan.

BACA JUGA  Kejuaraan Perdana Bulutangkis Piala Gubernur Mulai Digelar

Yoke menjabarkan lima pilar kepemimpinan yang perlu dimiliki alumni: merawat jejaring, menjaga integritas, aktif berbagi, berani mengambil peran strategis, serta menciptakan warisan kebermanfaatan.

“Melalui lima pilar kepemimpinan tersebut, para alumni diharapkan tidak sekadar mengejar karier pribadi, melainkan membuka peluang kerja dan solusi bagi publik,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Rektor UNESA kembali mengingatkan agar para lulusan mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan publik melalui riset, inovasi industri, hingga pemberdayaan komunitas.

Yusra Ali Idris (lulusan S-2 Manajemen FEB UNESA asal Sudan)
Yusra Ali Idris (lulusan S-2 Manajemen FEB UNESA asal Sudan)