SURABAYA – Geliat industri perfilman tanah air terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap karya-karya lokal. Memenuhi ekspektasi para pencinta film dan literatur, film adaptasi novel best-seller karya Leila S. Chudori, Laut Bercerita, dipastikan bakal tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 29 Oktober 2026.
Film berdurasi 135 menit yang ditujukan bagi penonton usia 17 tahun ke atas ini berada di bawah naungan rumah produksi Pal 8 Pictures dan disutradarai oleh sineas berbakat, Yosep Anggi Noen.
Sebelum resmi diputar secara masal, film ini menggelar pemutaran terbatas bertajuk Nonton Duluan Yuk yang berlangsung di XXI Tunjungan Plaza 1 Surabaya pada Sabtu (24/10/2026). Sesi tersebut berhasil menyedot perhatian dan emosi para penonton hingga memicu reaksi histeris serta linangan air mata di dalam studio.
Langkah Laut Bercerita menuju layar lebar Indonesia juga dibekali rekam jejak prestisius. Film ini sebelumnya telah melangsungkan world premiere pada 11 Oktober 2026 di Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Menjadi salah satu kontestan dalam kompetisi utama festival bergengsi Asia tersebut, Laut Bercerita menarik perhatian dunia karena dinilai menyajikan narasi kuat serta isu universal yang relevan secara global.
Daya tarik film ini semakin kuat berkat kehadiran aktor dan aktris papan atas Indonesia. Reza Rahadian dipercaya melakoni peran utama sebagai Biru Laut, seorang aktivis mahasiswa. Ia beradu peran dengan Dian Sastrowardoyo yang memerankan Kasih Kinanti, sosok perempuan vokal dan cerdas.
Jajaran pemeran lainnya melibatkan aktris legendaris Christine Hakim (Ibu Wibisana), Arswendy Bening Swara (Ayah Laut), Yoga Pratama (Bram), serta aktor asal Jawa Timur, Afrian Arisandy (Gala).
Dalam jumpa pers yang digelar di XXI Tunjungan Plaza 1 Surabaya pada Sabtu (24/10/2026), sang sutradara, Yosep Anggi Noen, membeberkan dinamika dan pesan mendalam di balik film ini. Yosep menegaskan bahwa film ini mengusung kisah keberanian generasi muda dalam menyuarakan kegelisahan demi perubahan yang lebih baik, sekaligus memberi penghormatan bagi mereka yang dihilangkan saat memperjuangkan keadilan.
“Melalui film Laut Bercerita, kita berharap semoga bisa terus menemukan harapan dan tak pernah melupakan mereka yang selalu berjuang,” ujar Yosep Anggi Noen.
Ia juga menambahkan apresiasinya terhadap jajaran jajaran pemeran yang memperkuat ruh cerita ini.
“Selain itu, juga ada aktris legendaris yang telah berkarya sejak era 1970an Ibunda Christine Hakim yang menjadikan film Laut Bercerita semakin hidup dan relevan dalam kehidupan kita,” terangnya.
Harapan besar juga disampaikan oleh para pemeran film. Arswendy Bening Swara yang memerankan karakter Ayah Laut berharap karya ini mampu memantik daya pikir kritis para pemuda Indonesia saat ini.
“Semoga penonton saat menyaksikan film Laut Bercerita juga bisa menebalkan dan semakin memiliki daya berpikir kritis dalam melihat, menulis bahkan bergerak untuk sesuatu,” tandas Arswendy.
Sementara itu, Afrian Arisandy yang memerankan tokoh Gala merasa bangga bisa terlibat langsung dalam proyek ini. Sebagai seorang mantan aktivis era 2000-an asal Jawa Timur, cerita yang diangkat terasa sangat dekat dengan pengalaman hidupnya.
“Film ini bercerita tentang keluarga yang menunggu kepulangan anggota keluarganya yang bisa dirasakan oleh siapapun. Sejak dulu, kelompok anak-anak muda selalu memperjuangkan sesuatu, dan salah satunya itu akan diperlihatkan di film ini. Semoga, ceritanya bisa menginspirasi anak-anak muda hari ini untuk terus percaya dan punya harapan,” ungkap Afrian.















