Jakarta, JATIMMEDIA.COM — Anggapan bahwa pasar modal hanya eksklusif bagi korporasi raksasa yang sudah mapan perlahan mulai dikikis. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadirkan rangkaian program seminar dan coaching clinic bertajuk Rise to IPO 2026 dengan mengusung tema “Empowering Medium Enterprises to IPO (Initial Public Offering)”.
Langkah strategis ini dirancang untuk membuka wawasan pelaku usaha menengah agar memahami bahwa transformasi menuju perusahaan terbuka (go public) dapat dirintis sejak tahap awal pengembangan bisnis, bukan sekadar menunggu perusahaan benar-benar matang.
Melalui program Rise to IPO, para pengusaha tidak sekadar dibekali edukasi mengenai mekanisme penggalangan dana publik. Lebih dari itu, mereka diajak untuk mengevaluasi posisi bisnis saat ini, memetakan aspek yang perlu dibenahi, serta merancang langkah taktis agar bisa naik kelas menjadi pemain nasional (national champion) bahkan global (global player).
Dalam keterangan resmi, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, memaparkan bahwa mengubah paradigma pelaku usaha terhadap pasar modal menjadi salah satu misi utama dari perhelatan ini. Menurutnya, BEI berkomitmen untuk hadir mendampingi pelaku usaha jauh sebelum mereka siap melantai di bursa.
”BEI tidak ingin hanya berinteraksi dengan perusahaan ketika seluruh persyaratan IPO telah terpenuhi. Sebaliknya, BEI ingin hadir sejak tahap awal untuk membantu perusahaan memahami berbagai aspek yang perlu dipersiapkan, mulai dari penguatan tata kelola perusahaan, pembenahan struktur organisasi dan keuangan, pemahaman terhadap ekspektasi investor, hingga penyusunan peta jalan (roadmap) menuju perusahaan terbuka,” ujar Saidu, Kamis (22/10).
Ia menambahkan, fokus utama program ini adalah membantu perusahaan mengidentifikasi langkah-langkah yang perlu dilakukan agar dapat tumbuh secara berkelanjutan dan siap memanfaatkan pasar modal sebagai sarana pendanaan di masa depan.
Sepanjang penyelenggaraannya pada tahun 2026 ini, Rise to IPO sukses mencatatkan partisipasi luas di tiga kota besar:
- Surabaya (18 Juni 2026): Melibatkan 50 perusahaan.
- Makassar (16 Juli 2026): Diikuti oleh 45 perusahaan.
- Bandung (31 Agustus 2026): Ditutup dengan partisipasi 58 perusahaan.
Secara keseluruhan, program ini berhasil menjangkau 153 perusahaan menengah dari berbagai sektor industri di Tanah Air. Selepas mengikuti rangkaian seminar tersebut, para peserta terpilih berkesempatan mengikuti intensive coaching clinic secara eksklusif dengan pendampingan langsung dari lembaga profesi penunjang pasar modal.
Peserta yang menunjukkan progres dan tingkat kesiapan memadai dalam program Rise to IPO ini nantinya akan diarahkan untuk bergabung ke dalam IDX Incubator 2027 yang dijadwalkan buka pada awal tahun depan. Program inkubasi ini bersifat probono (bebas biaya) dan ditujukan bagi perusahaan dengan proyeksi IPO dalam tiga tahun ke depan melalui skema “Road to IPO”.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI, Listyorini Dian Pratiwi, menegaskan bahwa aksi korporasi seperti go public bukanlah proses instan yang bisa ditempuh dalam semalam, melainkan sebuah metamorfosis bisnis jangka panjang.
“IPO bukan sekadar aksi korporasi untuk menghimpun dana, tetapi proses transformasi bisnis menjadi institusi yang lebih transparan, profesional, dan berkelanjutan. Melalui berbagai program seperti RISE to IPO dan IDX Incubator, kami ingin membantu perusahaan mempersiapkan fondasi tersebut secara bertahap dan terstruktur. Sehingga ketika memutuskan untuk IPO, perusahaan sudah siap baik dari sisi tata kelola, struktur permodalan, maupun strategi jangka panjangnya,” tutur Listyorini.
Melalui sinergi erat antara Kementerian UMKM dan BEI, program Rise to IPO diharapkan menjadi katalisator lahirnya gelombang baru emiten kelas menengah yang tangguh, berdaya saing tinggi, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Melalui program ini, diharapkan perusahaan memiliki persiapan yang lebih matang untuk go public dan menjadi perusahaan tercatat yang berkualitas, sehingga perusahaan mampu naik kelas menjadi national champion atau bahkan global player”, pungkas Saidu.
Bagi pelaku usaha yang ingin mendalami persyaratan dan panduan lengkap menuju go public, informasi mendalam dapat diakses langsung melalui laman resmi Go Public BEI.(JM02)















