Surabaya, JATIMMEDIA.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) meneguhkan komitmen sosialnya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan fokus pada penyediaan air bersih dan sanitasi di Kabupaten Pamekasan, Madura.
Program yang dinamai “Alirkan Harapan” ini diinisiasi pada tahun 2022 di Desa Sumberwaru Pamekasan, yang kerap dilanda krisis air bersih, terutama saat kemarau. TPS membangun infrastruktur vital berupa sumur bor sedalam 75 meter, tandon air, jaringan distribusi 2.500 meter, dan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK).
Infrastruktur tersebut diserahterimakan pada September 2022 dan sejak itu dikelola secara mandiri oleh masyarakat dengan pendampingan Inisiasi Zakat Indonesia (IZI) sebagai mitra pelaksana.
Kehadiran fasilitas ini membawa perubahan drastis. Hingga 2024 jumlah penerima manfaat melonjak dari 30 KK di awal menjadi 96 KK di Desa Sumberwaru. Akses air bersih tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal dan menekan risiko penyakit berbasis sanitasi.
Keberhasilan program ini mengantarkan TPS meraih penghargaan Community Involvement Development (CID) Bidang Lingkungan pada Pelindo TJSL Award 2024. Penghargaan tersebut turut membawa dukungan dana yang dimanfaatkan TPS untuk perluasan program.
Dana perluasan digunakan untuk membangun sumur bor tambahan dan jaringan pipanisasi terpisah. Inisiatif ini memungkinkan perluasan jangkauan hingga ke desa tetangga, Desa Tampojung, sehingga 68 KK di sana kini turut terlayani air bersih. Secara keseluruhan, program “Alirkan Harapan” kini melayani 164 KK di Pamekasan.
Erika A. Palupi, Sekretaris Perusahaan TPS, menekankan bahwa program ini adalah manifestasi nyata dari komitmen perusahaan untuk menciptakan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat. “Kami percaya akses air bersih dan sanitasi yang memadai adalah fondasi penting bagi kesehatan, kesejahteraan, dan produktivitas masyarakat,” ujarnya, Jumat (19/09).
Erika juga menekankan pentingnya keberlanjutan, karena Keberhasilan program tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk mengelola secara mandiri. “Kami telah membentuk kelompok pengelola desa yang dibekali pelatihan dan panduan tata kelola agar fasilitas ini terjaga keberlangsungannya,” jelasnya.
Melalui inisiatif ini, TPS membuktikan bahwa peran perusahaan tidak hanya terbatas pada sektor kepelabuhanan, tetapi juga hadir sebagai mitra di berbagai aspek bagi masyarakat sekitar. (JM02)















