
Timotius Theopelus dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ekosistem pendidikan digital agar Indonesia tidak ketinggalan dengan negara lain, “Pendidikan berbasis teknologi, pelatihan guru, serta sinergi antar sektor adalah kunci membentuk generasi muda yang kompeten dan siap bersaing. Melalui EduTalk ini, diharapkan guru dan siswa mampu menguasai keterampilan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.” ujarnya, Senin (22/09).
Kerja sama dengan Muhammadiyah menandai komitmen strategis Axioo dan Intel untuk menciptakan pendidikan digital yang berkelanjutan dari jenjang PAUD hingga Perguruan Tinggi. Program ini akan diintegrasikan langsung ke dalam kurikulum Muhammadiyah, mencakup pemanfaatan teknologi, pembelajaran interaktif, hingga keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja modern. Dengan demikian, siswa Muhammadiyah tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap bersaing dalam ekosistem digital global.
Prof. Dr. Khozin, M.Si, Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah (PWM) Jawa Timur, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyatakan, “Kerja sama dengan Axioo dan Intel menjadi langkah penting untuk memastikan pendidikan Muhammadiyah memiliki kesinambungan dalam penguasaan literasi digital.” Ia berharap program ini dapat membekali generasi muda dengan “kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Sebagai tindak lanjut, PT. Majukan Skill Anda (upmyskill.id) akan memberikan pendampingan berupa sinkronisasi kurikulum, memastikan program ini bisa berjalan mandiri di setiap sekolah. Axioo dan Intel berharap, sinergi ini dapat mempercepat terwujudnya generasi emas Indonesia yang unggul secara digital dan siap menghadapi tantangan global. (JM02)














