Surabaya, JATIMMEDIA.COM — Di era digital saat ini, ketergantungan masyarakat terhadap koneksi internet rumah telah mencapai titik tertinggi. Mulai dari aktivitas bekerja jarak jauh, pertemuan virtual, hingga penggunaan sistem rumah pintar (smart home) kini menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Namun, kendala klasik seperti sinyal WiFi yang tidak merata atau melambat di ruangan tertentu sering kali masih menjadi keluhan utama pelanggan.
Menyikapi tantangan tersebut, IndiHome melalui Telkomsel secara resmi memperkenalkan inovasi Fiber to The Room (FTTR) di wilayah Jawa Timur.
Teknologi ini hadir sebagai solusi bagi hunian besar atau bangunan bertingkat yang kerap mengalami masalah jangkauan sinyal internet yang terhalang oleh sekat dinding.
Berbeda dengan sistem router tradisional yang hanya mengandalkan pancaran sinyal nirkabel dari satu titik, FTTR membawa kabel serat optik langsung ke setiap ruangan.
Melalui metode ini, setiap sudut ruangan mendapatkan distribusi kecepatan internet yang setara, stabil, dan minim gangguan (latensi).
General Manager Household Consumer Business Region Jawa Timur Telkomsel, Deckie Fadzkuri Sukamto, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman internet kelas Gigabit-plus bagi penghuni rumah.
“Berbeda dengan WiFi biasa, dengan FTTR pelanggan dapat menikmati internet yang cepat dan stabil tanpa blank spot, sudah mendukung WiFi 6, tetap lancar meski menggunakan banyak perangkat sekaligus, dan tetap terhubung dengan WiFi meski berpindah ruangan,” ujar Deckie dalam keterangannya, Senin (23/2).
Sejauh ini, implementasi layanan FTTR telah mulai menjangkau beberapa kota dan kabupaten strategis di Jawa Timur. Wilayah tersebut meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, hingga Kota Batu.
Langkah ekspansi ini diambil mengingat tingginya trafik data dan kebutuhan fixed broadband yang berkualitas di area perkotaan tersebut.
Guna memberikan fleksibilitas bagi pelanggan, IndiHome menyediakan skema paket yang dapat disesuaikan dengan luas bangunan.
Pilihan perangkat tersedia mulai dari kombinasi satu unit utama dan satu sub-unit, hingga paket yang mencakup empat sub-unit untuk menjangkau area hunian yang lebih luas.
Selain aspek teknis, pihak manajemen juga menekankan pentingnya layanan purnajual. Biaya berlangganan bulanan yang ditawarkan sudah mencakup penyediaan perangkat, dukungan layanan pelanggan, hingga garansi penggantian jika terjadi kerusakan teknis pada alat.
Deckie menambahkan bahwa teknologi ini akan terus diperluas ke wilayah lain di masa mendatang.
“Untuk berlangganan FTTR, pelanggan dapat mengaksesnya melalui aplikasi MyTelkomsel atau mendatangi GraPARI terdekat. Ke depannya, kami akan memperluas wilayah yang dapat dijangkau dengan FTTR ini. Dengan hadirnya FTTR, IndiHome semakin memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengalaman internet rumah yang stabil dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” pungkasnya.
Hadirnya teknologi FTTR ini diharapkan dapat menjadi standar baru dalam konektivitas hunian, di mana kecepatan internet tidak lagi terbatas oleh jarak antar-ruangan atau ketebalan dinding bangunan. (JM02)















