
Surabaya, JATIMMEDIA.COM — Memasuki bulan suci Ramadan 2026, intensitas aktivitas digital masyarakat Indonesia diprediksi akan melonjak tajam. Mulai dari urusan mudik, transaksi THR, hingga sedekah digital, semuanya kini berpindah ke ruang siber.
Namun, di balik kemudahan tersebut, terselip risiko keamanan yang mengintai para “Pejuang Ramadan” pekerja keras yang terus bergerak agar Ramadan tetap bermakna bagi keluarga.
Menyikapi fenomena ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 resmi meluncurkan kampanye “IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan” di Surabaya, Senin (23/2). Inovasi ini menjadi tonggak sejarah baru sebagai perlindungan WhatsApp Call pertama di Indonesia guna menangkal tren penipuan digital yang kian masif.
Berdasarkan data tahun 2025, kasus penipuan digital pada bulan suci meningkat hingga 34,7%. Ironisnya, mayoritas serangan (89%) terjadi melalui platform WhatsApp. Jawa Timur sendiri menempati urutan ketiga nasional dengan lebih dari 60.000 laporan penipuan di Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
Oleh karena itu, kehadiran fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Spam dan Scam) dirancang untuk bekerja secara real-time. Tidak hanya memfilter SMS dan panggilan reguler, fitur ini kini mampu mendeteksi ancaman pada panggilan WhatsApp, memberikan opsi pemblokiran otomatis, serta menyajikan laporan harian bagi penggunanya.
Kekuatan proteksi ini tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh infrastruktur AIvolusi5G. Di wilayah Surabaya dan sekitarnya, layanan 5G IOH telah menjangkau 32 kecamatan dengan dukungan sekitar 600 BTS yang terintegrasi teknologi kecerdasan buatan (AI).
Teknologi ini memastikan koneksi tetap stabil di titik-titik krusial seperti pusat perbelanjaan, kawasan pemukiman dan sarana transportasi.
Fahd Yudhanegoro, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, menjelaskan bahwa pertumbuhan aktivasi fitur ini di Jawa Timur menunjukkan kesadaran masyarakat yang makin tinggi akan keamanan digital.
“Sejak diluncurkan pada Agustus 2025, aktivasi fitur anti scam IM3 SATSPAM+ di Surabaya dan Jawa Timur terus bertumbuh. Respons pelanggan yang positif menunjukkan bahwa perlindungan digital sudah menjadi kebutuhan utama. Di periode seperti Ramadan, ketika komunikasi dan transaksi meningkat, kami ingin pelanggan dapat menjalani aktivitas dengan lebih tenang, tanpa khawatir hasil kerja kerasnya terancam penipuan,” ujar Fahd.
Lebih lanjut, ia menegaskan visi perusahaan dalam perlindungan inklusif.
“Kehadiran fitur ini menegaskan strategi IOH untuk menjadi AI North Star di Indonesia, memberdayakan dan melindungi masyarakat secara inklusif, terutama lansia dan masyarakat di daerah terpencil yang rentan menjadi korban penipuan digital.”














