Home Ekonomi Bisnis Bank Jatim Gelar RUPS Tahunan, Tebar Dividen Rp 821 Miliar

Bank Jatim Gelar RUPS Tahunan, Tebar Dividen Rp 821 Miliar

0
45
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai  Pemegang Saham Pengendali beserta seluruh dewan komisaris serta direksi Bank Jatim dalam RUPS Tahunan Bank Jatim, Kamis (22/5)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai  Pemegang Saham Pengendali beserta seluruh dewan komisaris serta direksi Bank Jatim dalam RUPS Tahunan Bank Jatim, Kamis (22/5)

Surabaya, JATIMMEDIA.COM PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2024, di Bank Jatim Kantor Pusat Surabaya pada hari Kamis (22/5).

Hadir langsung dalam RUPS tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai  Pemegang Saham Pengendali beserta seluruh dewan komisaris serta direksi Bank Jatim.

Agenda RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 terdiri dari, Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan mengenai Keadaan dan Jalannya Perseroan selama tahun 2024, Penetapan penggunaan Laba bersih Perseroan tahun buku 2024, Pemberian Kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk kantor Akuntan Publik dalam mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2025, Perubahan Anggaran Dasar Perseroan, Persetujuan Recovery Plan dan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.

Khofifah menjelaskan, RUPS ini sebagai momen reflektif terhadap peran Bank Jatim dalam menggerakkan ekonomi daerah sekaligus dalam mendukung transformasi pembangunan di Jawa Timur.

”Jawa Timur saat ini berada di posisi sebagai center of gravity ekonomi Indonesia. Sebab, hampir 80 persen logistik Indonesia Timur disupply oleh Jawa Timur. Momentum ini menjadi bukti nyata sinergi yang baik antara pemangku kepentingan, termasuk perbankan daerah seperti Bank Jatim,” paparnya.

Khofifah menerangkan, dalam kurun waktu tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tetap positif dan stabil. Capaian tersebut didorong oleh akselerasi investasi yang dimana realisasi investasi Jawa Timur menunjukkan tren yang sangat menggembirakan. ”Capaian realisasi investasi Jawa Timur dalam 6 tahun terakhir selalu mengalami peningkatan dan pada tahun 2024 realisasi investasi PMA serta PMDN Jawa Timur mencapai Rp 147,3 triliun atau meningkat 1,5 persen dari 2023. Secara nasional capaian ini berkontribusi 8,6 persen,” ujarnya.

BACA JUGA  Bluebird Resmi Luncurkan Versi Terbaru Aplikasi MyBlueBird 5

Berbagai Catatan itu tentunya mencerminkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jawa Timur yang stabil dan semakin inklusif. Dukungan Bank Jatim dalam hal pembiayaan dan layanan perbankan yang adaptif sangat krusial dalam menjaga momentum ini. ”Seperti yang kita ketahui bersama, kami telah mendeklarasikan Jawa Timur sebagai gerbang baru nusantara. Tentu ini tidak sekedar jargon pembangunan. Tapi sekaligus sebagai arah strategis yang menempatkan Jawa Timur sebagai penghubung utama logistik industri maritim sekaligus transformasi digital di Indonesia Timur,” ungkap Khofifah.

Khofifah melihat adanya perkembangan yang signifikan dalam layanan keuangan terutama untuk memperkuat UMKM Jawa Timur yang kontribusinya sekarang ini hampir 60 persen dari PDRB Jatim. Sesuai data OJK, Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama 5 tahun berturut-turut tercatat sebagai provinsi dengan penyaluran kredit UMKM terbesar di Indonesia. ”Tren pertumbuhan ini mencerminkan keberlanjutan kebijakan yang konsisten serta meningkatnya akses pelaku UMKM terhadap sumber pembiayaan formal,” tegasnya.

Capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen kuat antara pemerintah daerah, OJK, dan lembaga perbankan dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung perkonomian daerah.

Khofifah juga mengakui bahwa Bank Jatim telah mengambil langkah konkrit melalui dukungannya dalam program Gaspol UMKM (Gerakan solusi permodalan UMKM) yang  menjadi motor penggerak inklusi keuangan di sektor riil. Ini merupakan contoh keberpihakan terhadap sektor UMKM sebagai pilar ketahanan ekonomi masyarakat.

Khofifah menerangkan, dari sisi internal, kinerja keuangan Bank Jatim menunjukkan laba bersih (audited) tahun 2024 tercatat sebesar 1,28 triliun. ”Ini adalah laba bersih (audited) 2024 tertinggi di antara seluruh bank daerah di Indonesia. Meskipun kita juga melihat bahwa beberapa hal harus dilakukan koreksi, evaluasi, dan perbaikan – perbaikan. Tentu kita semua patut memberikan apresiasi terhadap kinerja Bank Jatim dan tetap memberikan kewaspadaan pada beberapa hal dari proses kehati-hatian yang memang menjadi prinsip sebuah lembaga perbankan,” ucapnya.

BACA JUGA  Dua Tahun BSI, Laba Tumbuh Impresif 40,68% Capai Rp 4,26 Triliun

Untuk kinerja Bank Jatim tahun buku 2024, total asetnya meningkat 13,76 persen menjadi Rp 118,1 triliun. Hal ini menandakan ekspansi usaha perseroan masih berjalan baik dan bank tetap dipercaya oleh nasabah serta investor.

Kemudian dana pihak ketiga tumbuh menjadi Rp 90,016 triliun yang menandakan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi. Berikutnya adalah kredit yang disalurkan juga meningkat signifikan menjadi Rp 75,35 triliun yang menunjukkan keberpihakan Bank Jatim terhadap sektor riil dan produktif.

”Tentu hal ini membuktikan bahwa Bank Jatim tetap tangguh, kompetitif, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan. Lebih dari itu, langkah strategis untuk KUB juga perlu kita apresiasi. Ini adalah pendekatan inovatif untuk memperluas jangkauan dan daya saing perbankan daerah sembari menjaga prinsip kehati – hatian dan tata kelola yang baik,” tutur Khofifah.