Bank Jatim Serahkan CSR Mobil Ambulans pada Pemkab Trenggalek dan Launching KKPD

0
5
Bank Jatim Serahkan CSR Mobil Ambulans pada Pemkab Trenggalek dan Launching KKPD
Bank Jatim Serahkan CSR Mobil Ambulans pada Pemkab Trenggalek dan Launching KKPD

Trenggalek, JATIMMEDIA.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia kesehatan. Pada hari Jumat (24/11), bankjatim secara resmi telah menyerahkan bantuan Corporate Social Rensponsibility (CSR) kepada Pemkab Trenggalek melalui Palang Merah Indonesia (PMI) berupa satu unit mobil ambulans jenazah.

Bertempat di Pasar Pon Trenggalek, penyerahan dilakukan secara simbolis oleh SEVP Usaha Syariah bankjatim Umi Rodiyah kepada Ketua PMI Kabupaten Trenggalek Mulyadi dan disaksikan oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

Direktur Utama bankjatim Busrul Iman menjelaskan, ambulans ini akan digunakan untuk operasional PMI agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan secara gratis. Selain itu, juga bertujuan untuk memberikan pelayanan emergency bagi pasien gawat darurat dan pelayanan angkutan jenazah bagi warga sekitar.

“Sehingga kami dapat berkontribusi untuk turut serta meningkatkan, memperlancar, dan memfasilitasi kegiatan pelayanan yang baik dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek,” terangnya.

Busrul melanjutkan, penyerahan satu unit mobil ambulans tersebut merupakan tanggung jawab sosial lingkungan melalui program bankjatim peduli. Pihaknya berharap kerja sama yang sudah terjalin dengan Pemkab Trenggalek bisa semakin baik lagi dan mampu memberikan kontribusi positif untuk negeri.

BACA JUGA : Bank Jatim Terima Penghargaan CSA Awards 2023

“Serah terima CSR ini merupakan bentuk apresiasi nyata dari bankjatim terhadap pemerintah daerah yang telah memberi kepercayaan penuh kepada kami sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengelolaan keuangan maupun ekonomi daerah. Semoga bantuan dari bankjatim ini bermanfaat untuk semuanya,” tuturnya.

Selain penyerahan CSR, dalam kesempatan tersebut, bankjatim bersama dengan Bank Indonesia (Kediri) serta Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga melakukan Launching Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) dan e-retribusi akad kredit masal.

“Peluncuran KKPD Kabupaten Trenggalek ini dalam rangka memenuhi kebutuhan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atas alat pembayaran berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tuturnya.

Atas hal tersebut, bankjatim berharap dengan penggunaan KKPD di Kabupaten Trenggalek dapat memberikan banyak manfaat. Seperti meningkatkan keamanan, mengurangi potensi fraud, dan meminimalisir penggunaan uang tunai.

BACA JUGA : Bank Jatim Bersama Pemprov Jawa Timur Dorong Pengembangan Ekspor Lewat Gebyar…

Sementara itu, Mochamad Nur Arifin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bankjatim atas bantuan dan kerja sama yang sudah terjalin selama ini. Menurutnya, pemberian bantuan mobil ambulans jenazah itu sejalan dengan keberadaan PMI Trenggalek yang harus memberikan manfaat lebih banyak kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi bankjatim yang telah memperhatikan dunia kesehatan. Kami akan manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya untuk mendukung dan melayani masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, terkait launching KKPD, Nur Arifin juga menyampaikan bahwa dengan adanya KKPD ini dapat mendukung pemerataan ekonomi bagi para pelaku UMKM.

“KKPD nanti sangat membantu para UMKM yang modalnya terbatas. Karena biasanya waktu antara eksekusi kegiatan dengan pembayaran itu ada tempo. Jadi kalau kita order ke UMKM, biasanya UMKM nalangi dulu dan akhirnya yang diorder hanya UMKM yang punya modal saja. Tidak semua UMKM bisa memenuhi,” lanjutnya.

BACA JUGA : Dukung Pekerja Migran Jawa Timur, Bank Jatim Berikan Bantuan Ambulans Hingga…

Nah, dengan adanya KKPD, pihaknya berharap UMKM yang memiliki modal pas-pasan sudah tidak keberatan lagi apabila diorder oleh pemerintah.

“Kalau pakai KKPD tidak harus menunggu pencairan anggaran untuk bayar ke UMKM. Namun dapat langsung dibayarkan menggunakan KKPD melalui bankjatim. Sehingga pemerataan ekonomi bisa terwujud,” pungkasnya. (JM01)