Banyak Hal Menarik di Aplikasi Mobile JKN. Ini Cerita Fridayanti

0
8
Banyak Hal Menarik di Aplikasi Mobile JKN. Ini Cerita Fridayanti
Banyak Hal Menarik di Aplikasi Mobile JKN. Ini Cerita Fridayanti

Surabaya, JATIMMEDIA.COMMemanfaatkan aplikasi Mobile JKN ternyata sangat memudahan banyak hal, bagi masyarakat peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Bukan saja dengan aplikasi Mobile JKN ini peserta bisa mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan tanpa harus keluar rumah, tetapi juga bisa menikmati beragam fitur yang lengkap terkait dengan pelayanan kesehatan.

Hal ini diakui warga Simo Mulyo, Sukomanunggal Surabaya, Fridayanti Nur Kumala Sari (27), peserta JKN – BPJS Kesehatan dengan nomor kepesertaan 000138477XXXX.

Meski sudah menjadi peserta JKN sejak awal tahun 2017, namu Fridayanti mengaku sebelumnya tidak tau adanya aplikasi Mobile JKN. Dia baru tau  bahwa BPJS Kesehatan punya Mobile JKN saat ia datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan Surabaya untuk melakukan perubahan faskes.

”Awalnya saya tidak tau ada Mobile JKN. Namun ketika saya ingin melakukan perubahan faskes dan saya datang ke kantor BPJS Kesehatan Surabaya, saya diberi tau oleh petugas BPJS bahwa untuk melakukan perpindahan faskes, bisa dilakukan sendiri melalui Aplikasi Mobile JKN ini,” ujarnya.

Dan setelah menginstal aplikasi Mobile JKN, ia mengaku sangat senang, karena ternyata bukan hanya soal pindah faskes bisa dilakukan, tetapi banyak hal bisa ia dapatkan melalui Mobil JKN.

Baca juga : Mobile JKN Jadi Pilihan dan Andalan Jonathan Tambunan

“Saya sangat senang karena selain melakukan perpindahan faskes sangat mudah, di aplikasi ini kita juga dapat mengecek status kepesertaan, tagihan peserta, catatan iuran pembayaran, daftar antrian pelayanan kesehatan bahkan pengaduan pelayanan kesehatan secara online pun bisa,” ungkap Fridayanti.

Bahkan lanjut Fridayanti, dengan aplikasi Mobile JKN juga bisa mengambil antrian secara online di faskes tingkat pertama untuk berobat atau untuk meminta rujukan sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama difaskes tersebut.

“Tentu ini menjadi sangat efektif dan efisien agar tidak berlama-lama di di lingkungan pelayanan kesehatan dan tetap menjaga jarak (physical distancing) di masa pandemi Covid-19,” tambahnya.

Merasakan Manfaat Sebagai Peserta JKN

Wanita yang bekerja di salah satu BUMN ini juga menjelaskan bahwa berdasarkan pengalamannya selama ini, manfaat menjadi peserta JKN sangat besar.

Baca juga : Kunjungan Wisman dan Tingkat Hunian Kamar di Jatim Meningkat, Gubernur Minta…

Ia mencontohkan salah satu yang dialaminya yaitu ketika mengantakan saudaranya berobat di Puskesmas Simo Mulyo Kota Surabaya. Ternyata adiknya megalami penyakit yang mengarah pada penyakit saraf dan harus menjalani pengobatan sejak tahun 2020 sampai sekarang.

“Kontrol rutin tiap bulan yang dijalani adik kandung saya hampir keseluruhan obatnya di tanggung BPJS Kesehatan. Dan sampai hari ini, tidak pernah sama sekali di pungut biaya alias gratis, selama sesuai indikasi medis semuanya di cover JKN. Tentu ini sangat membantu meminimalisir pengeluaran finansial keluarga kami. Apalagi sakit yang di derita adik saya mengarah ke penyakit saraf yang obat-obatnya sangat mahal,” jelasnya.

Dengan adanya JKN, lanjut Fridayanti, tentu sangat membantu keluarga seperti yang dialami adik kandungnya.

“Masyarakat atau pasien yang wajib melakukan kontrol rutin di pelayanan kesehatan, insya allah, terlayani,” sebutnya.

Baca juga : Akses Layanan Makin Mudah, Peserta JKN–KIS Cukup Gunakan KTP

Fridayanti juga menyampaikan harapannya agar program JKN secara umum harus tetap ada dan hadir bagi masyarakat, karena program Jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS ini juga merupakan wujud kehadiran negara kepada rakyatnya dalam memberikan perlindungan kesehatan.

”Semoga ke depan, masyarakat semakin dipermudah dalam layanan kesehatan yang dibutuhkan, pada khususnya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia serta menaikkan kontribusi positif terhadap perekonomian rakyat,” pungkas Fridayanti. (JM01)