BPS Resmikan Pojok Statistik di ITS

0
6
BPS Resmikan Pojok Statistik di ITS
Kepala BPS RI Dr Margo Yuwono SSi MSi (kiri) didampingi Wakil Rektor I ITS Prof Dr Ir Adi Supriyanto MT saat mengunjungi Pojok Statistik ITS yang baru diresmikannya

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Guna mendukung penyebarluasan ragam dan manfaat produk statistik di lingkungan Perguruan Tinggi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Dr Margo Yuwono SSi MSi meresmikan Pojok Statistik di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Rabu (22/12/2021).

Bertempat di Gedung H Departemen Statistika ITS, Pojok Statistik ini merupakan yang ke-7 di Indonesia sekaligus yang pertama di Jawa Timur.

Pojok Statistik sendiri adalah layanan kolaborasi antara BPS dengan perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu, sesuai tagline-nya ‘Tempat Asyik Belajar Statistik’, Pojok Statistik hadir sebagai fasilitas yang dapat digunakan para akademisi untuk sarana berdiskusi, memenuhi kebutuhan dan kualitas riset, meningkatkan inovasi, yang berujung pada kemajuan pembangunan bangsa.

Baca juga : BEI Kenalkan Edukasi Pasar Modal “Paham, Punya, dan Pantau”

Buah perjanjian kerja sama antara BPS Provinsi Jawa Timur dengan ITS September lalu ini berawal dari usulan Departemen Statistika, Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) ITS dan telah disetujui oleh BPS. Menjadi yang ke-7, ITS menyusul enam tempat lainnya, yaitu Universitas Hassanuddin, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Pojok Statistik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Universitas Bangka Belitung, dan di Universitas Sebelas Maret (UNS).

Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Dr Dadang Hardiwan SSi MSi di awal sambutannya menerangkan, seiring terbukanya kepercayaan pemerintah terhadap BPS, tantangan yang dihadapi juga semakin sulit.

“Majunya teknologi, membuat semakin besar juga tuntutan akan data yang akurat dengan kemudahan akses. Dengan adanya Pojok Statistik ini dapat dijadikan fasilitas akses data publik berbasis digital dan analog yang mudah didapatkan,” ujarnya.

Sejalan dengan Dadang, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Prof Dr Ir Adi Supriyanto MT mengatakan, jika ada banyak data di sekitar kita. Namun, semua itu butuh diolah dan dianalisis agar bisa memberikan manfaat yang maksimal.

Baca juga : Masuki Next Normal, Emil Dardak Ajak Media Outdoor Advertisement Adaptasi Fitur…

“Ambil contoh dengan adanya pandemi ini. Jika tidak didata dengan baik, masyarakat tidak mengetahui atau awas terhadap clustering selanjutnya,” ujarnya.

Dadang menambahkan, bahwa ia melihat perubahan iklim hingga pandemi Covid-19 di Indonesia ini sebagai destruksi industri 4.0. Hal ini juga turut mempengaruhi pola konsumsi dan produksi yang ada.

“Dari hal tersebut, BPS sendiri harus mampu berkolaborasi dalam berbagai pihak agar bisa seiring dan menjaga keseimbangan,” tandasnya.

Sementara Kepala BPS RI, Dr Margo menjelaskan, dengan melahirkan metode-metode baru seperti kerja sama dengan perguruan tinggi serta membangun ilmu statistik dalam ruang lingkup yang luas, lewat ITS ini BPS minta bantuan untuk menyesuaikan dengan kemajuan yang ada.

Baca juga : Bandara Juanda Perketat Keamanan Jelang Natal dan Tahun Baru 2022

“?Kebutuhan data semakin kompleks, tuntutan modernisasi akan memengaruhi, kebutuhan sumber data baru yang berdampak pada pengumpulan dan pemanfaatan data,” terang Margo.

?Ia melanjutkan, manusia adalah pusat dari pembangunan. Berdasarkan data yang didapatkan dari berbagai sektor, pembangunan suatu daerah bisa dikatakan berhasil jika kualitas manusia dari aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonominya tinggi. Karena masih banyak daerah di Indonesia yang Indeks Pembangunan Manusia (IPM)-nya rendah.

Selaras dengan tujuannya, jika penelitian yang dihasilkan oleh mahasiswa atau dosen di ITS menggunakan olah data yang baik, akan dapat memunculkan informasi pengetahuan baru.

“Lahirnya terobosan dan inovasi ini akan menciptakan data yang dipatenkan (official statistic), sehingga mendorong pihak eksekutif menaruh kebijakan yang berdampak pada pembangunan Indonesia yang lebih maju,” pungkas Margo.

Baca juga : Kampus Negeri Dilarang Angkat Dosen Tetap Non-PNS

Sedang Ketua dari Kesekretariatan Pojok Statistik ITS, Dr Ismaini Zain MSi menyampaikan jika sinergi BPS dengan ITS memberikan dampak positif. Dengan data-data terpercaya yang telah dikumpulkan oleh BPS, akan meningkatkan nilai dari riset mahasiswa atau dosen.

“Karena itu diharapkan, adanya Pojok Statistik ini dapat meningkatkan literasi ilmu statistik bagi sivitas akademika ITS. Tak terkecuali dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang dapat menjadikan Pojok Statistik sebagai media membantu analisis yang dibutuhkan,” terangnya. (JM01)